Sopir Ambulans Pengangkut Jenazah Keluhkan Penolakan Pengisian BBM di SPBU Kolaka

Kolaka – Mekanisme penyaluran bahan bakar minyak (BBM) menjadi sorotan setelah sebuah mobil ambulans mengalami kendala saat melakukan pengisian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sabilambo di Kelurahan 19 Nopember, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (2/6/2026).
Dalam rekaman video yang diunggah melalui akun Facebook Andyckha, terdengar sopir ambulans yang tengah menjalankan tugas kemanusiaannya itu meminta petugas SPBU untuk mengerti kondisi darurat yang tengah dihadapi.
Saat dikonfirmasi, pemilik akun tersebut menyampaikan bahwa yang mengendarai mobil ambulans tersebut adalah keponakannya, bernama Rezki dan Ical.
“Itu unit saya, tapi ponakan yang mengemudi, Rezki dan Ical. Kami hanya berharap ambulans menjadi prioritas jika sedang dalam pengantaran pasien atau jenazah,” ujar pemilik akun tersebut kepada Kendariinfo, Rabu (3/6/2026).
Mobil ambulans tersebut diketahui bertolak dari Kota Makassar menuju Kota Baubau. Setelah itu, menuju Kota Kendari untuk menjemput jenazah yang akan dibawa ke Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Namun, dengan perjalanan yang cukup jauh, saldo barcode BBM yang digunakan untuk pengisian telah habis. Sopir hanya memiliki barcode cadangan yang tidak sesuai nomor pelat ambulans yang dikendarai. Kondisi itu membuat petugas SPBU menolak melakukan pengisian.
Penolakan itu memicu perdebatan antara pihak sopir dan petugas SPBU. Keduanya berpegang pada tanggung jawab pekerjaan yang ia jalankan. Meski demikian, tindakan petugas SPBU itu dinilai tidak mengutamakan kondisi darurat yang menyangkut kepentingan kemanusiaan.
Sopir yang diketahui bernama Rezki itu bahkan menunjukkan area dalam mobil yang dikendarainya dan memperlihatkan jenazah yang ia bawa.
“Ini barcode emergensinya ada. Saya tahu ini bukan pribadi. Ini ambulans. Saya tahu aturan, cuma ini diprioritaskan untuk ambulans, emergensi. Sementara kita posisi ada jenazah,” ujar Rezki kepada petugas SPBU dalam video yang diunggah akun Facebook Andyckha.
Melalui kejadian itu, pengemudi ambulans tersebut hanya berharap dapat selalu diberikan kemudahan dalam mengakses BBM, terutama saat menghadapi situasi darurat, tanpa dihalangi proses administrasi maupun kuota pengisian.





