Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Stranas PK Dorong Pengolahan Limbah Jadi Co Firing Biomassa untuk PLTU Nii Tanasa Konawe

Stranas PK Dorong Pengolahan Limbah Jadi Co Firing Biomassa untuk PLTU Nii Tanasa Konawe
Pertemuan Strategi Nasional (Stranas) Pencegahan Korupsi (PK) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (10/7/2024).

Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima kunjungan dari Strategi Nasional (Stranas) Pencegahan Korupsi (PK) untuk mendorong kerja sama dengan PLN Energi Primer Indonesia (EPI), Rabu (10/7/2024).

Pertemuan itu membahas soal pengolahan limbah menjadi co firing biomassa. Co firing biomassa nantinya akan digunakan sebagai pendamping batu bara untuk bahan baku pembakaran pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nii Tinasa di Kabupaten Konawe.

Koordinator Harian Stranas PK, Aminudin, mengatakan pihaknya akan terus mendorong PLN EPI dan pemerintah daerah (pemda) untuk mengelola sampah menjadi bernilai ekonomis. Nantinya Stranas PK akan menindaklanjuti dengan kajian yang diikuti perjanjian kerja sama (PKS).

“Kami dari Starnas PK memfasilitasi kemudian sekaligus memonitoring agar proses MoU sampai dengan PKS itu bisa berjalan. Itu menjadi salah satu target kami dari Starnas PK,” katanya.

Sementara itu, Direktur Biomassa PLN EPI, Antonius Aris, mengungkapkan langkah itu untuk peningkatan perekonomian lokal dan penyediaan biomassa oleh PLN EPI sebagai bahan bakar jumputan padat (BBJP) di PLTU Nii Tanasa.

“Pengolahan sampah menjadi biomassa ini merupakan bentuk komitmen Indonesia terhadap penurunan emisi dari tumpukan sampah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Soal Masalah Tambang di Sultra, Pj. Gubernur Imbau Perusahaan Lebih Peka dan Akomodatif pada Warga

Biomassa yang digunakan merupakan sampah perkotaan jenis organik, yang dicampurkan dengan sampah atau limbah dari pertanian, seperti sekam padi, industri perkayuan serbuk kayu, serta perkebunan seperti cangkang kelapa sawit, dan bonggol pisang.

Pencampuran sampah tersebut perlu dilakukan karena sampah perkotaan memiliki kalori rendah. Sementara sampah perkebunan dan pertanian memiliki kalori yang lebih tinggi, sehingga bisa digunakan di PLTU sesuai spesifikasinya.

Antonius juga menyampaikan pihaknya sangat mendukung pemerintah dalam penurunan emisi, kemandirian dan ketahanan energi, serta ekonomi kerakyatan.

“Jadi biomassanya ini nanti dikelola tenaga kerja lokal. Jadi betul-betul masyarakat kelas bawah yang akan melakukan pekerjaan ini sehingga dapat meningkatkan perekonomian lokal,” tambahnya.

Dengan fasilitas dari Stranas PK, pihaknya sangat menyambut baik kerja sama dengan dua pemerintah daerah yakni Kabupaten Konawe dan Kota Kendari. Dua kabupaten dan Kota tersebut masuk ke dalam zona radius yang bisa mencakup secara jarak dan perekonomian untuk PLTU Nii Tanasa.

“Ke depannya kita juga akan lihat di sekitar Kota Kendari dan kabupaten lain yang memiliki residu atau sampah dari biomassa yang kalorinya cukup tinggi seperti limbah pertanian, yakni cangkang sawit dan lainnya,” tutupnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten