Studio Kurang Piknik Rilis Film Pendek Berjudul “Tuli-Tuli Kapatuli” di Baubau

Baubau – Studio Kurang Piknik merilis film pendek dengan judul “Tuli-Tuli Kapatuli” yang dijadwalkan tayang perdana pada Senin, (8/8/2022) mendatang di Metro Entertaint, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Produser Film Studio Kurang Piknik, La Ode Abdul Sufirman Mananti mengatakan, film Tuli-Tuli Kapatuli bercerita tentang siswa SMA yang suka bolos sekolah sehingga mereka mendapat berbagai masalah.
“Tuli-Tuli Kapatuli bercerita tentang kisah-kisah masa SMA, dalam hal ini ada sekelompok anak yang suka bolos, yaitu La Ata, Wa Tria, dan kawan-kawannya. Karena suka bolos akibatnya banyak masalah yang mereka alami,” kata La Ode Abdul Sufirman Mananti yang biasa disapa Mymang.

Mymang menjelaskan, ide cerita film pendek Tuli-Tuli Kapatuli diangkat dari pengalaman semasa sekolah. Dia menyebut, film pendek ini diproduksi selama kurang lebih 12 bulan yakni, pra produksi selama 7 bulan, syuting selama 19 hari, dan pasca-produksi selama 5 bulan.
“Cerita yang kita angkat tentang pengalaman-pengalaman kita waktu masa sekolah dulu, supaya bisa jadi bahan nostalgia,” jelasnya.
Dalam proses pembuatan film pendek ini, Mymang mengaku, memiliki kendala untuk mengatur waktu antara kru dan pemeran. Sehingga syuting film Tuli-Tuli Kapatuli kerap kali tertunda.
“Kendalanya yang utama yaitu, masalah waktu, kesibukan masing-masing crew, dan pemain yang memang banyak,” bebernya.
Untuk Soundtrack film ini sendiri terdapat dua lagu, yakni berjudul Romantika SMA yang diciptakan Mymang bersama rekannya dan lagu rakyat yang familiar di kalangan masyarakat Buton.
“Yang pertama berjudul Romantika SMA, yang saya ciptakan dibantu Poetra Cipotter, kemudian dibawakan oleh Amel Marga dan diaransemen oleh Awal Laode. Lagu kedua yaitu, lagu rakyat Buton yang diaransemen khusus oleh Putri Agus dan Ocha Ardan,” ungkapnya.
Kendati demikian, ia enggan menyebutkan berapa besaran biaya produksi dari film pendek tersebut. Akan tetapi, sumber dana dari film ini berasal dari Studio Kurang Piknik dan sejumlah sponsorship.
“Besaran produksi sementara masih dirahasiakan hehe. Sumber dana dari pribadi Studio Kurang Piknik dan beberapa sponsorship,” ujarnya.
Ia berharap, film ini mendapat dukungan dari masyarakat Sultra, terutama Kota Baubau. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberi dukungan atas film pendek lokal yang digarap bersama timnya.
“Saya berharap kepada masyarakat Baubau mungkin bisa untuk men-support karya anak lokal dengan cara ikut menonton film ini. Film ini bisa jadi bahan untuk nostalgia mengenang masa-masa SMA dan juga buat adik-adik yang sementara di bangku sekolah juga bisa menarik pelajaran dari kisah di film ini,” harap Mymang.
“Saya juga terima kasih sama semua pihak yang sudah mengapresiasi kami dan mendukung film ini,” lanjutnya.
Setelah tayang perdana, nantinya film pendek ini akan diputar setiap hari selama Agustus 2022 di Metro Entertaint Baubau.
Sebelumnya, Studio Kurang Piknik telah memproduksi dua film pendek di antaranya, Kurang Piknik (2020) dan Masih Kurang Piknik (2021). Kedua film ini bercerita tentang karyawan perusahaan yang sibuk akan pekerjaannya dan membutuhkan liburan.
Penulis: D





