Arus Lalu Lintas Kendari Menurun 27 Persen, Mayoritas Pemudik Belum Kembali

Kendari – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara (Sultra), memaparkan hasil pemantauan arus lalu lintas pascamudik Lebaran 2025 melalui data Traffic Counting di dua titik pantau, yakni Pos UPPKB Moramo dan Sabilambo.
Kepala BPTD Kelas II Sultra, Husni Mubarak menjelaskan, jumlah total kendaraan yang keluar dan masuk Kota Kendari selama periode H+1 hingga H+4 (1 – 4 April 2025) tercatat sebanyak 35.299 unit, dengan rincian 16.152 kendaraan masuk dan 19.147 kendaraan keluar. Arus kendaraan tersebut didominasi dari arah selatan, yakni melalui Pos Sabilambo, Kolaka.
“Jika dibandingkan dengan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) normal, terjadi penurunan sebesar 27,2 persen,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (5/4).
Secara keseluruhan, sejak periode H-10 hingga H+4 (22 Maret – 4 April 2025), jumlah kendaraan yang keluar dari Kota Kendari mencapai 73.884 unit. Dari jumlah itu, hanya sekitar 21,9 persen atau 16.152 kendaraan yang telah kembali masuk ke Kota Kendari, sementara sisanya, sekitar 78,1 persen atau 57.732 kendaraan, belum kembali ke kota.
Lebih rinci, pada H+4, jumlah kendaraan yang masuk dan keluar Kendari dari arah barat melalui Pos Moramo, Konawe Selatan tercatat sebanyak 6.570 kendaraan, dengan 3.420 kendaraan masuk dan 3.150 kendaraan keluar. Angka ini menunjukkan peningkatan 9,2 persen dibandingkan hari normal, dan naik 42,7 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Sebaliknya, arus kendaraan dari arah selatan melalui Pos Sabilambo pada hari yang sama mengalami penurunan signifikan. Tercatat sebanyak 2.770 kendaraan melintas (1.724 kendaraan masuk dan 1.046 kendaraan keluar), yang berarti penurunan sebesar 59,8 persen dibandingkan hari normal dan turun 36,5 persen dari hari sebelumnya.
Dari sisi jenis kendaraan, kendaraan yang melintas dari arah barat (Moramo) pada H+4 didominasi oleh sepeda motor sebesar 43 persen, diikuti mobil penumpang 55 persen, dan kendaraan berat 3 persen. Sementara itu, arus dari arah selatan (Sabilambo) juga didominasi oleh sepeda motor sebesar 63 persen, disusul mobil penumpang 20 persen, dan kendaraan berat 17 persen.





