Supplier Ngamuk, Diduga Namanya Diganti Kepala Dapur SPPG di Kendari Tanpa Persetujuan Mitra

Kendari – Seorang supplier bernama Wa Ode Ima datang mengamuk di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baruga Lepolepo II yang terletak di Perumahan Lepo-Lepo Mas, Jalan H. Lamuse, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Berdasarkan video yang diterima Kendariinfo, terlihat Ima berbicara dengan nada tinggi di hadapan petugas keamanan dapur, ahli gizi, serta sejumlah karyawan.
Kedatangan Ima dipicu rasa keberatan setelah dirinya digantikan oleh supplier lain sebagai penyedia bahan. Ia menilai, penggantian tersebut dilakukan secara sepihak oleh Kepala Dapur SPPG Baruga Lepolepo II, padahal kewenangan itu seharusnya berada di tangan pemilik dapur atau pihak pengelola kerja sama.
Saat ditemui Kendariinfo, Ima menjelaskan bahwa dirinya memiliki perjanjian kerja sama dengan pihak pemilik dapur atau mitra. Namun, tanpa sepengetahuannya, namanya justru diganti.
“Ini Kepala Dapur SPPG Baruga Lepo-Lepo II, dia memberhentikan saya sebagai supplier di dapur ini tanpa persetujuan pemilik dapur. Padahal saya punya perjanjian kerja sama dengan pihak pemilik dapur atau mitra. Aneh sekali, masa Kepala SPPG yang urus persoalan ini,” ungkapnya saat ditemui Kendariinfo di salah satu warung kopi (warkop) di Kendari, Selasa (10/2/2026).
Ima menjelaskan, persoalan tersebut bermula saat Kepala Dapur SPPG Baruga Lepo-Lepo II berinisial FR melakukan konfirmasi kepada pemilik dapur, Patmawati. Dalam konfirmasi itu, FR menyampaikan bahwa bahan buah dan sayur yang dibawa Ima kerap diganti setelah melalui proses sortir karena dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi.
Meski begitu, menurut Ima, kerusakan dalam jumlah kecil merupakan hal yang wajar mengingat pengiriman dilakukan dalam jumlah besar, dan selalu dilakukan penggantian.
“Itu buah dia rusak kan sebenarnya wajar ji, karena dalam jumlah banyak begitu jadi pasti dia baku tindis-tindis, itu pun cuma berapa kilo yang rusak. Lagian kita ganti lagi dengan yang bagus. Begitu juga dengan sayur, dari misal 40 kilo yang diminta, cuma 4 kilo yang rusak,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, FR meminta kepada pemilik dapur agar Ima diganti sebagai supplier dengan alasan tersebut. Namun, permintaan itu tidak disetujui oleh pemilik dapur, mengingat Patmawati telah memiliki kesepakatan kerja sama sejak dapur berdiri pada November 2025.
Namun anehnya, Kepala Dapur SPPG justru langsung menghubungi pihak lain untuk menggantikan dirinya sebagai supplier. Setelah itu, FR baru menyampaikan kepada pemilik dapur bahwa ia telah memesan bahan dari supplier baru untuk kebutuhan selama satu minggu ke depan.
“Jadi dia kasih tau Bu Patmawati setelah dia sudah order bahan selama satu minggu. Baru supplier yang dia pakai itu temannya sendiri,” bebernya.
Sehingga, pada Jumat, 23 Januari 2026, Ima mendatangi dapur SPPG Baruga Lepo-Lepo II untuk menemui FR. Langkah itu diambil karena pesan dan panggilan WhatsApp yang ia kirim untuk meminta penjelasan tidak pernah direspons. Namun, saat tiba di lokasi, FR tidak berada di tempat.
Setelah ia mendatangi dapur dan meluapkan kemarahannya, kata Ima, Kepala Dapur SPPG justru kembali melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik dapur Patmawati. Bahkan, FR disebut memperpanjang pemesanan bahan kepada supplier baru selama satu pekan tanpa persetujuan pemilik dapur.
Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Baruga Lepolepo II, FR saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapannya.





