Taekwondo Kendari Cari 14 Atlet, Bidik 5 Emas di Porprov 2026
Kendari – Pengurus Kota (Pengkot) Taekwondo Indonesia (TI) Kendari mencari 14 atlet untuk memperkuat Kota Kendari pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 dengan target lima medali emas.
Ke-14 atlet tersebut dipilih dari 48 peserta yang mengikuti seleksi tim Taekwondo Kendari di Dojang Kemaraya Taekwondo Training Center (KTTC), Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Minggu (4/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Pengkot TI Kendari, Dediansyah Buduhama mengatakan, pihaknya masih membahas hasil seleksi sebelum menetapkan nama-nama atlet yang akan masuk dalam tim Porprov.
“Dari hasil seleksi kemarin, kita masih diskusikan. Tapi pada 7 Oktober kita sudah umumkan ke pelatih untuk nama-namanya karena pihak KONI Sultra menunggu nama-nama atlet itu sampai 8 Oktober,” kata Dediansyah, Senin (5/10/2026).
Ia menjelaskan, seleksi mencakup dua kategori, yakni kyorugi atau pertarungan dan poomsae atau jurus. Penilaian dilakukan untuk melihat kemampuan atlet sesuai kategori yang diikuti.
Pada nomor kyorugi, tim pelatih menilai strategi, teknik saat bertanding dan kondisi fisik atlet. Sementara pada poomsae, penilaian meliputi presentasi dan akurasi gerakan, termasuk kecepatan, penempatan tendangan serta kuda-kuda.
Dediansyah menyebut para peserta seleksi berasal dari berbagai dojang yang memiliki surat keputusan (SK) atau legalitas resmi. Saat ini, terdapat 19 dojang yang terdaftar di Pengkot TI Kendari.
Setelah tim terbentuk, para atlet akan dipersiapkan menghadapi Porprov 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir November. “Kami menargetkan 5 emas, 3 perak dan 4 perunggu. Kami optimis target ini bisa tercapai,” ujarnya.
Sebelumnya, Pengkot TI Kendari telah menggelar pemusatan latihan atau training center (TC) selama beberapa bulan. Sejumlah atlet juga diturunkan dalam kejuaraan di luar daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov.
“Atlet-atlet ini juga kami turunkan pada kejuaraan nasional di Makassar sebagai ajang untuk menguji kemampuan sekaligus bahan evaluasi bagi para pelatih,” jelas Dediansyah.
Sembari menunggu penetapan tim, para atlet saat ini masih menjalani latihan secara mandiri.
