Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Tak Bisa Bayar Cicilan Usai Kena Tipu, Ibu di Konawe Nyaris Minum Racun

Tak Bisa Bayar Cicilan Usai Kena Tipu, Ibu di Konawe Nyaris Minum Racun
Korban dugaan kasus penggelapan mobil bernama Hasbiah saat meneteskan air mata. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (30/1/2023).

Konawe –  Seorang ibu bernama Hasbiah (42) warga Kelurahan Besulutu, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe nyaris mengakhiri hidup dengan meminum racun saat debt collector menagih angsuran setiap bulannya. Pasalnya, ia mengaku kesulitan dan tidak bisa membayar cicilan usai tertipu dan mobil yang digunakan untuk menjalankan usaha dibawa kabur pria inisial HL. 

Hasbiah mengaku mengambil mobil pick up dengan nomor polisi DT 8256 AA beberapa tahun lalu dan digunakan untuk menjalankan usaha keliling yakni menjajakan jualan hasil perkebunan. Ia telah membayar cicilan mobil tersebut di salah satu tempat pembiayaan dengan angsuran bulanan sekitar Rp4 juta lebih. 

Ibu anak 4 ini mengaku, pembayaran cicilan mobilnya tersisa 3 tahun lagi. Namun, tekanan ekonomi apalagi suami tercintanya telah meninggal dunia membuat Hasbiah kesulitan membayar cicilan perbulannya. 

Pada 10 Oktober 2022 lalu, ia bertemu dengan seorang pria inisial HL melalui media sosial (medsos). Pria tersebut mengiming-imingkan Hasbiah akan menggantikan uangnya yang selama ini telah dibayarkan di salah satu tempat pembiayaan. 

Bahkan saat itu, HL memberikan uang kepada Hasbiah sebesar Rp15 juta dan berjanji akan melanjutkan cicilan mobilnya atau melakukan take over. 

Saat pembayaran cicilan jatuh tempo setiap bulannya, pihak pembiayaan melalui debt collector menagih angsuran. Ia kaget, karena HL ternyata tidak menepati janji dan telah memutuskan komunikasi dengan ibu tersebut. 

“Jadi, setiap bulan itu saya harus bayar terus itu cicilan karena masih namaku yang tertera di pembiayaan. Ini yang bawa mobilku sudah tidak ada kabar, mau urus juga balik nama itu hari sudah tidak bisa, karena dia sudah pergi dan susah ditemui itu orang,” ujarnya kepada Kendariinfo, Senin (30/1/2023). 

Lanjut Hasbiah, setiap hari ia terbebani dengan tagihan itu, apalagi desakan pembiayaan tidak bisa dibendung. Karena stres, ia berencana mengakhiri hidupnya dengan meminum racun. 

“Saya stres pikirkan terus tiap hari, saya sudah rencana mau minum racun pak, tapi anak-anakku menangis, dia (anak Hasbiah) larang saya,” katanya sembari meneteskan air mata. 

Beban tagihan yang masih lama itu, kata Hasbiah, membuat salah satu anaknya terpaksa ikut banting tulang menjual di warung-warung demi memenuhi kebutuhan hari-hari dan membiayai adik-adiknya yang masih sekolah. 

“Anakku perempuan yang jualan sekarang, saya sedih sekali karena dia ikut terbebani dengan masalahku ini,” tambahnya. 

Seiring berjalannya waktu, ia mendapatkan informasi bahwa sudah banyak korban yang ditipu oleh pria inisial HL dengan modus iming-iming akan take over.

Pada 30 November 2022, Hasbiah memilih melaporkan kasus tersebut di Polres Konawe agar HL diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun, hingga saat ini kasus tersebut belum menemui titik terang. 

Secara terpisah, Kapolres Konawe, AKBP Ahmad Setiadi saat dikonfirmasi Kendariinfo mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut dan sedang mengumpulkan alat bukti. 

“Masih dalam tahap penyelidikan,” pungkasnya. 

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten