Viral Keributan Penumpang di Kapal Rute Kendari – Baubau, PT Dharma Indah Akui Kelalaian Pengawasan

Kendari – Sebuah video yang memperlihatkan keributan antarpenumpang di dalam kapal cepat dengan rute Kendari – Raha – Baubau viral di media sosial Facebook.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Fivi Maasiaka pada Sabtu (11/7/2026). Dalam unggahannya, pemilik akun menuliskan dugaan keributan dipicu oleh praktik percaloan tiket atau penumpang yang membeli tiket melalui calo.
“Gara-gara calo atau gara-gara penumpang yang beli tiket di calo? Kericuhan sesama penumpang,” tulis akun tersebut.
Peristiwa itu diketahui terjadi di Kapal Motor (KM) Express Bahari 6E saat melayani pelayaran rute Kendari – Raha – Baubau pada Sabtu (11/7).
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala PT Pelayaran Dharma Indah Cabang Kendari, Ansi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama pelayaran.
Berdasarkan hasil evaluasi internal, insiden dipicu oleh ketidakteraturan penumpang dalam menempati kursi, adanya penumpang yang tidak memiliki tiket resmi, serta lemahnya pengawasan awak buah kapal (ABK).
“Adanya ketidakteraturan penumpang duduk di kursi, tidak memiliki tiket resmi, serta pengawasan ABK yang tidak ketat,” ujar Ansi, Senin (13/7).
Ia mengatakan perusahaan telah melakukan evaluasi menyeluruh dan membenahi sistem pelayanan serta pengawasan penumpang agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Selain itu, pihaknya memastikan akan meningkatkan pengawasan terhadap kelayakan kapal, kebersihan, kenyamanan ruang penumpang, hingga memastikan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas yang diizinkan.
Ansi juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket hanya melalui loket resmi di Pelabuhan Nusantara Kendari maupun situs resmi perusahaan.
“Jangan membeli tiket melalui calo,” tegasnya.
Sementara itu, Pengawas Internal PT Pelayaran Dharma Indah, Agus, mengakui insiden tersebut merupakan bentuk kelalaian di lapangan yang menjadi bahan evaluasi perusahaan.
Menurutnya, manajemen telah menerima teguran dari pemilik kapal dan berkomitmen memperketat pengawasan terhadap seluruh penumpang.
Perusahaan juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik percaloan yang mengatasnamakan petugas, keluarga ABK, maupun pihak lainnya.
Apabila ditemukan adanya pihak yang terlibat dalam praktik tersebut, perusahaan akan melaporkannya kepada pemilik kapal dan memberikan sanksi tegas.
PT Pelayaran Dharma Indah berharap langkah evaluasi yang dilakukan dapat mencegah kejadian serupa sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi laut.





