Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Wali Kota Kendari Ajak ASN Pemkot Jadi “Intel” Kebersihan, Dapat Reward Jika Mampu Jalankan Misi

Wali Kota Kendari Ajak ASN Pemkot Jadi “Intel” Kebersihan, Dapat Reward Jika Mampu Jalankan Misi
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, saat memimpin apel di Kantor Wali Kota Kendari. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (11/8/2025).

KendariWali Kota Kendari, Siska Karina Imran, punya cara unik menegakkan disiplin kebersihan di ibu kota Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lingkup Kota Kendari untuk menjadi “intel” kebersihan.

Tugas baru yang diberikan kepada semua ASN dan PPPK ini disampaikan saat ia memimpin apel bersama, sekaligus menyerahkan SK ratusan PNS dan PPPK di Lapangan Apel Kantor Wali Kota Kendari, Senin (11/8/2025). Sebagai “intel” kebersihan, lanjut Siska, tugas yang diberikan cukup sederhana tetapi tegas, yakni memata-matai warga yang masih bandel dan membuang sampah di sembarangan tempat.

“Kalau lihat ada masyarakat buang sampah tidak pada tempatnya, apalagi dalam jumlah banyak di tepi jalan, silakan foto, lalu hubungi call center 112 agar kita tindak. Bila perlu, langsung tagih denda di lokasi sebesar Rp500 ribu,” tegas Siska.

Untuk menambah semangat, Siska menjanjikan penghargaan khusus bagi ASN dan PPPK yang aktif melaporkan dan menindak pelanggaran tersebut.

“Bagi ASN dan PPPK yang bisa melakukan ini, saya akan berikan reward,” ujarnya.

Kebijakan ini bukan tanpa dasar. Siska mengacu pada surat edaran Nomor 100.3.4.3/2614/TAHUN 2025, yang merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah Kota Kendari Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah. Aturan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga:  Polres Baubau Kembali Tangkap 2 Pengedar Sabu-Sabu

Selain kepada ASN dan PPPK, Wali Kota Kendari juga memberi instruksi kepada camat, lurah, ketua RW, dan ketua RT agar mengimbau warganya menaati aturan. Namun, pesan yang disampaikan tak hanya untuk masyarakat. Para aparat pemerintahan pun diwajibkan menjadi teladan.

“Sebaliknya juga demikian. Kalau ASN yang melanggar, masyarakat silakan lapor. Foto atau dokumentasikan,” katanya.

Bagi Siska, menjaga kebersihan kota bukan sekadar pekerjaan petugas kebersihan, tetapi gerakan bersama. Dengan melibatkan aparat pemerintah hingga tingkat bawah, ia berharap tercipta efek jera sekaligus kesadaran kolektif.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa Kota Kendari ingin membangun budaya baru, malu membuang sampah sembarangan. Di mata Siska, kota yang bersih bukan hanya terlihat indah, tetapi juga mencerminkan warganya yang tertib dan peduli lingkungan.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten