Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Wakatobi

Wamendikdasmen Perintahkan Percepatan Revitalisasi Sekolah Suku Bajo di Wakatobi, Pastikan MBG Jangkau Wilayah 3T

Wamendikdasmen Perintahkan Percepatan Revitalisasi Sekolah Suku Bajo di Wakatobi, Pastikan MBG Jangkau Wilayah 3T
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq saat bertemu murid-murid SD di Kabupaten Wakatobi. Foto: Dok. PPID Sultra. (16/7/2026).

Wakatobi – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq memerintahkan percepatan revitalisasi sekolah yang melayani anak-anak Suku Bajo saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (16/7/2026).

Langkah itu dilakukan sekaligus untuk memastikan program makan bergizi gratis (MBG) menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Dalam kunjungan tersebut, Fajar didampingi Wakil Gubernur Sultra, Hugua dan Bupati Wakatobi, Haliana. Mereka meninjau pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di sejumlah satuan pendidikan, termasuk sekolah yang berada di kawasan permukiman masyarakat Suku Bajo.

Kunjungan diawali di SMP Negeri 1 Wangiwangi. Sekolah yang memperoleh bantuan revitalisasi sebesar Rp1,024 miliar pada tahun anggaran 2025 itu menjadi lokasi dialog antara Wamendikdasmen dengan para siswa mengenai pola hidup sehat, cita-cita, serta kesiapan pelaksanaan program MBG.

Fajar menegaskan, peningkatan kualitas bangunan sekolah harus diikuti dengan peningkatan mutu proses belajar mengajar sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh peserta didik.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke SD Maritim Mola dan SMP Maritim Mola di Desa Mola Utara. Kedua sekolah tersebut sebagian besar dihuni peserta didik dari komunitas Suku Bajo.

Saat melihat kondisi fasilitas sekolah yang dinilai membutuhkan penanganan segera, Fajar langsung menghubungi Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, melalui sambungan telepon. Ia meminta agar proses revitalisasi sekolah dipercepat sehingga sarana belajar yang lebih layak dapat segera digunakan.

“Kondisi geografis kepulauan tidak boleh menjadi hambatan bagi anak-anak pesisir untuk memperoleh layanan pendidikan yang setara dengan daerah lain,” katanya dikutip dari laman PPID Sultra.

Ia menilai pengembangan pendidikan di wilayah kepulauan perlu dilakukan dengan pendekatan yang sesuai karakter masyarakat setempat tanpa menghilangkan identitas budaya maritim.

Kunjungan kerja ditutup di SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi, sekolah yang sebelumnya menerima alokasi dana revitalisasi sebesar Rp1,5 miliar. Pada kesempatan itu, Fajar menyampaikan harapan agar Wakatobi tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari, tetapi juga mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berprestasi dan berkarakter.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten