Wanita di Kendari Ngaku Saldo Miliknya Kerap Berkurang Misterius Setiap Hari via QRIS

Kendari – Seorang warga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), bernama Sherly Karno, mengaku mengalami kejadian janggal pada akun rekening myBCA miliknya. Ia mengaku, saldo di dalam rekeningnya itu kerap berkurang setiap hari melalui transaksi QRIS tanpa sepengetahuannya.
Kejadian itu pertama kali disadari pada Sabtu (14/3/2026). Saat itu, ia mengecek mutasi rekening dan menemukan adanya transaksi keluar yang tidak pernah ia lakukan.
“Saya baru sadar tanggal 14 Maret, ternyata setiap hari ada transaksi QRIS ke rekening yang tidak saya kenal. Padahal saya tidak pernah klik atau akses apa pun,” ujarnya dalam video yang diunggah di akun medsos miliknya @sherlyanikarno pada Jumat (17/4).
Ia menjelaskan, transaksi misterius itu terjadi hampir setiap hari dengan nominal bervariasi. Bahkan dalam sehari, total uang yang keluar bisa mendekati Rp1 juta.
“Jamnya juga tidak menentu, tapi sering terjadi antara subuh sampai pagi. Kadang jam 3 pagi sampai jam 10 pagi,” katanya.
Yang membuatnya semakin curiga, tidak ada notifikasi transaksi keluar seperti biasanya. Padahal, setiap kali ia melakukan pembayaran menggunakan QRIS, notifikasi selalu muncul.
“Kalau saya sendiri yang transaksi, pasti ada notifikasi uang keluar. Tapi ini tidak ada sama sekali,” jelasnya.
Ia menduga kejadian ini mulai terjadi setelah dirinya menjual ponsel lamanya sekitar satu bulan sebelumnya. Namun saat itu, ia tidak terlalu memikirkan kemungkinan adanya penyalahgunaan data.
“Sempat curiga, tapi saya pikir mungkin saya lupa. Ternyata setelah dicek terus, saldo memang terpotong tiap hari,” ungkapnya.
Dari penelusuran mutasi rekening, diketahui transaksi tersebut mengarah ke beberapa rekening berbeda yang diduga terkait aktivitas ilegal. Kerugian yang dialami pun tidak sedikit karena terjadi secara berulang setiap hari.
Menindaklanjuti hal itu, ia telah mendatangi pihak bank untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun, solusi yang diberikan dinilai belum memuaskan.
“Saya sudah ke bank, disarankan tutup rekening, ganti HP, dan ganti nomor. Tapi menurut saya itu bukan solusi utama,” ujarnya.
Saat ini, ia memutuskan untuk menutup rekening lama guna mencegah kerugian lebih lanjut. Ia juga berharap ada kejelasan terkait penyebab kejadian tersebut agar tidak menimpa nasabah lain.
Saat dikonfirmasi Kendariinfo, Sherly membenarkan peristiwa itu. Ia mengatakan kasus yang dialaminya sudah diadukan ke bank BCA.
“Sudah saya mengadu ke bank BCA Wuawua. Tapi disarankan menutup rekening,” bebernya.
Ia pun enggan melaporkan kejadian itu ke polisi. Sherly hanya berharap agar masyarakat yang mengakses aplikasi yang sama untuk bisa berhati-hati dengan modus demikian.





