Wanita yang Bawa Karangan Bunga Berisi Kalimat Hinaan Minta Maaf ke STIE 66 Kendari

Kendari – Seorang wanita di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial RFA yang belakangan viral karena membawa karangan bunga dan baliho berisi kalimat hinaan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari, Kamis (4/12/2025).
Ia meminta maaf karena sebelumnya RFA membawa karangan bunga dan baliho itu saat acara wisuda STIE 66 Kendari di Claro Hotel Kendari, Senin (1/12) lalu. Akibatnya, nama kampus STIE 66 ikut tercoreng dan viral di media sosial.
“Saya lakukan itu dengan penuh kesadaran, jadi saya memohon maaf yang sebesar besarnya,” katanya di salah satu kantor hukum di Kendari, Kamis (4/12).
RFA mengaku, menyadari bahwa hal yang dilakukan itu membuat para tamu, orang tua, hingga wisudawan tidak nyaman. Olehnya, ia menyampaikan permohonan maaf dari hati terdalamnya kepada civitas akademika kampus.
Di tempat yang sama, Kuasa Hukum RFA, Ian Parma Saputra menjelaskan bahwa terkait karangan bunga yang dinilai berbau tidak pantas, persoalan kepantasan tersebut masuk dalam ranah penegakan hukum. Pihaknya pun kini tinggal menunggu hasil penanganan dari pihak kepolisian.
“Yang bisa kami pastikan bahwa karangan bunga tersebut klien kami sendiri yang bawa, beliau masuk ke tempat wisuda itu atas inisiatif sendiri tanpa ada orang dalam. Itu berdasarkan naluriahnya sebagai korban,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, RFA memberikan karangan bunga dan baliho berisi kalimat hinaan kepada wanita inisial TA yang merupakan istri kedua dari suaminya, HRY di lokasi wisuda, Senin (1/12). Kiriman itu berbuntut panjang hingga ke jalur hukum.
TA pun melaporkan RFA atas dugaan pencemaran nama baik atau penghinaan di Polresta Kendari dan Polda Sultra pada Selasa (2/12). Sementara, RFA juga melaporkan TA atas dugaan pemalsuan buku nikah dan dugaan perzinahan di Polda Sultra, Rabu (3/12).
Suami di Kendari Buka Suara Usai Polemik Rumah Tangga Viral, Sampaikan Permohonan Maaf





