Warga Binaan Lapas Kendari Produktif Panen Kangkung, Wujud Program Ketahanan Pangan Mandiri

Kendari – Program ketahanan pangan di Lapas Kelas IIA Kendari mulai menunjukkan hasil. Warga binaan pemasyarakatan (WBP) memanen sayur kangkung yang mereka tanam sendiri di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di dalam lapas. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pelatihan keterampilan bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kendari, Mukhtar, mengatakan panen kangkung dilakukan bersama warga binaan sebagai bentuk nyata pelaksanaan program ketahanan pangan.
“Hari ini kami bersama teman-teman warga binaan melaksanakan panen kangkung dalam rangka melaksanakan program ketahanan pangan,” ujarnya.
Mukhtar menjelaskan hasil panen dilakukan secara bertahap dan akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Sebagian hasil panen dipasarkan kepada masyarakat, sementara sebagian lainnya digunakan untuk konsumsi warga binaan.
“Kangkung yang dipanen secara bertahap akan kita pasarkan kepada masyarakat dan sebagian untuk dikonsumsi teman-teman warga binaan,” jelasnya.
Ia menegaskan kegiatan pertanian ini tidak sekadar menghasilkan bahan pangan. Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan dilatih untuk mandiri dan produktif dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan lapas. Proses mulai dari penanaman hingga panen dilakukan langsung oleh warga binaan dengan pendampingan petugas.
“Melalui kegiatan pertanian ini, warga binaan kami latih untuk mandiri dan produktif. Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan bersama, tetapi yang terpenting mereka belajar keterampilan yang bisa jadi bekal hidup,” ungkap Mukhtar.
Usai proses panen, kegiatan langsung dilanjutkan dengan penanaman kembali di lokasi yang sama. Hal ini dilakukan agar siklus produksi pertanian tetap berjalan dan berkelanjutan.
Mukhtar berharap program ini mampu memberikan dampak positif, tidak hanya dalam mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas, tetapi juga dalam membentuk karakter warga binaan agar lebih siap menjalani kehidupan setelah bebas nanti.





