Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Warga Buton Sulap Sampah Plastik Jadi BBM, Hasilkan Solar hingga Bensin

Warga Buton Sulap Sampah Plastik Jadi BBM, Hasilkan Solar hingga Bensin
Jumarudin yang berhasil menyulap sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) di Desa Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.

Buton – Di tengah persoalan sampah yang kian meningkat, warga di Desa Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), justru berhasil menyulap sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) berupa solar, minyak tanah, dan bensin.

Dalam video unggahan akun Facebook Firman Ankom pada Rabu (15/4/2026), terlihat seorang warga bernama Jumarudin dengan fasih menjelaskan proses serta bahan utama BBM yang dibuatnya. Ia menyampaikan bahwa bahan yang digunakan untuk penyulingan di antaranya sampah plastik serta jenis gabus sintetis.

“Bahannya dari sampah plastik, seperti kantong-kantong, tali rafia, gelas-gelas, dan tempat makanan. Sekarang tidak ada susahnya, yang penting mau,” ujar Jumarudin.

Bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan dari penyulingan sampah di Desa Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dibuat oleh Jumarudin.
Bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan dari penyulingan sampah di Desa Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dibuat oleh Jumarudin. Foto: Istimewa. (15/4/2026).

Ia juga menuturkan dari 20 kilogram sampah yang diolah dapat menghasilkan 20 liter BBM. Namun, jumlah tersebut merupakan akumulasi dari ketiga jenis bahan bakar, yakni solar, minyak tanah, serta bensin.

“Kalau 20 kilogram, berarti hasilnya juga 20 liter. Tapi itu sudah terbagi semua; solar, minyak tanah, dan bensin. Tapi, kalau dikumpulkan semua totalnya 20 liter,” jelasnya.

Unggahan itu langsung mendapat beragam tanggapan dari pengguna Facebook lainnya. Banyak yang takjub terhadap inovasi limbah tersebut. Bahkan ada juga yang menyebutkan bahan bakar dari bahan baku serupa telah digunakan oleh masyarakat di daerah lain.

Selain itu, ada juga yang berharap agar kreativitas anak bangsa itu dapat terus berkembang serta memperoleh dukungan dari pemerintah.

Baca Juga:  Aksi Nyata untuk Bumi, Komunitas Hero for Earth Lakukan Clean Up di Bungkutoko

“Kita tidak kekurangan anak bangsa yang memiliki kreativitas, hanya saja kita tidak punya dukungan dari pemerintah untuk mengembangkan karya-karya itu. Mantap, teruslah berkarya,” tulis akun Facebook Ayra Ayra dalam kolom komentar.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten