Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Warga di Konawe Diduga Jadi Korban Tabrak Lari Mobil Pikap, Ini Ciri-Ciri Penabrak

Warga di Konawe Diduga Jadi Korban Tabrak Lari Mobil Pikap, Ini Ciri-Ciri Penabrak
Warga yang mengalami tabrak lari di Desa Sambeani, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe. Foto: Istimewa. (18/1/2026).

Konawe – Dua warga di Desa Sambeani, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga menjadi korban tabrak lari mobil pikap pada Minggu (18/1/2026) siang. Satu dari dua korban dilaporkan masih belum sadarkan diri akibat benturan keras.

Informasi awal peristiwa ini mencuat melalui unggahan akun Facebook Djo Main yang meminta bantuan warganet untuk melacak kendaraan pelaku. Dalam unggahan tersebut, keluarga korban mengaku sangat membutuhkan informasi keberadaan mobil yang melarikan diri usai kejadian.

“Barusan dia menabrak warga Desa Sambeani, keluarga kami di Kecamatan Abuki. Yang ditabrak dua orang, satu kondisinya belum sadar,” tulis akun tersebut dalam unggahannya saat dilihat Kendariinfo.

Ia menyebut, mobil yang diduga terlibat merupakan mobil pikap atau open cup berwarna putih dengan nomor polisi DT 9869. Kendaraan itu sempat dihentikan warga, namun pengemudinya berhasil kabur dari lokasi kejadian.

“Menurut informasi, tadi sempat ditahan tetapi dia kabur,” lanjut keterangan dalam unggahan tersebut.

Keluarga korban pun berharap siapa saja yang melihat mobil dengan ciri-ciri tersebut bisa segera memberikan informasi. Unggahan itu juga meminta agar informasi disebarluaskan demi membantu proses pencarian pelaku.

Sementara, Kepala Desa Sambeani, Sulhaji membenarkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. “Anak-anak sempat kejar tetapi ini mobil tidak mau berhenti,” bebernya.

Ia menjelaskan mobil yang diduga menabrak warga adalah mobil pikap berwarna putih, menggunakan kanopi atau penutup bak. Pelek ban sebelah kanan berwarna merah.

“Mobil open putih, DT 9869. Kalau ada warga yang lihat atau mengetahui mobil ini untuk segera menghubungi kami,” ujar dia.

Ia berharap agar pelaku mau bertanggung jawab sebelum persoalan ini dibawa ke ranah hukum.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten