Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Warga Resah Balapan Liar di Kendari Masih Marak saat Operasi Patuh Anoa 2025 Bergulir

Warga Resah Balapan Liar di Kendari Masih Marak saat Operasi Patuh Anoa 2025 Bergulir
Suasana balapan liar di kawasan Eks MTQ Kendari di tengah Operasi Patuh Anoa 2025. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (20/7/2025).

Kendari – Meski Operasi Patuh Anoa 2025 telah digelar serentak sejak 14 hingga 27 Juli 2025, aksi balapan liar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) rupanya masih terus terjadi. Para remaja pengendara motor kerap menggelar balapan liar terutama di kawasan Eks MTQ Kendari, Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, tepatnya depan Kantor Perum Bulog Sultra hingga arah Kantor DPRD Sultra.

Aksi ugal-ugalan ini berlangsung dari malam hingga dini hari, Sabtu dan Minggu (19 dan 20 Juli 2025). Selain mengganggu ketertiban lalu lintas, aksi tersebut juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Dari pengamatan di lokasi, polisi memang kerap terlihat melakukan patroli keliling, bahkan beberapa waktu bersiaga di kawasan Eks MTQ Kendari. Namun, setiap kali aparat bergeser ke titik lain untuk menindaklanjuti keluhan warga, situasi kembali kosong, para remaja pun leluasa kembali menggelar balapan liar.

Suasana balapan liar di kawasan Eks MTQ Kendari di tengah Operasi Patuh Anoa 2025.
Suasana balapan liar di kawasan Eks MTQ Kendari di tengah Operasi Patuh Anoa 2025. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (20/7/2025).

Fenomena “kucing-kucingan” antara aparat dan pelaku balapan liar ini terjadi hampir di setiap akhir pekan malam. Kondisi ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar.

Operasi Patuh Anoa tahun ini sebenarnya melibatkan tim gabungan sebanyak 324 personel dari berbagai instansi, baik Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, dan intansi lain. Apel gelar pasukan saat itu dipimpin langsung Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, di Lapangan Apel Mapolda Sultra, Senin (14/7/2025).

Baca Juga:  Kesal Tak Diberi Uang, Pemalak di Kendari Bacok Tukang Ojek Pakai Parang

Sayangnya, dari pantauan Kendariinfo di lapangan Eks MTQ Kendari, hanya beberapa polisi yang terlihat aktif berkeliling pada malam hari. Keberadaan personel gabungan dari instansi lain, seperti TNI, Dishub, dan Satpol PP, nyaris tidak tampak khususnya saat jam-jam rawan dini hari ketika balapan liar biasanya terjadi.

“Ini jadi berat. Harusnya gabungan, tetapi di lapangan seperti tidak kompak. Kasihan juga, harusnya kan tanggung jawab bersama,” ujar pengguna jalan, Aris, Minggu (20/7).

Tak bisa dipungkiri, beberapa pengendara sudah ditindak dalam razia operasi siang hari. Namun, fakta di lapangan menunjukkan malam hari justru menjadi waktu favorit bagi para pelaku balapan liar. Mereka tidak hanya menutup badan jalan, tetapi juga memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi tanpa pengaman, lengkap dengan suara knalpot brong yang bising, membuyarkan kenyamanan warga yang ingin beristirahat.

Warga lain, Fandi, fenomena ini menjadi bukti bahwa penindakan hanya pada siang hari belum cukup. Ketika pengawasan longgar pada malam hari, balapan liar kembali marak. Jika ratusan personel ini benar-benar kompak, seharusnya ada yang bersiaga di Eks MTQ Kendari guna mencegah terjadinya balapan liar.

“Ini bukan soal simbolis operasi saja, harus tegas siang dan malam. Jangan siang ditindak, malam kosong. Tim Gabungan juga harus aktif, jangan cuma satu instansi saja yang mondar-mandir sendirian. Minimal ada TNI, Dishub, Satpol PP yang disiapkan di Eks MTQ Kendari. Atau memang operasi ini tidak berlaku malam hari ya?,” kesalnya.

Baca Juga:  Arus Lalin Kawasan Pedestrian Kendari Satu Arah, Pelanggar Bisa Ditilang

Warga hanya berharap, aparat bisa lebih kompak sesuai tugas dan tanggung jawab Tim Gabungan. Tanpa kekompakan, penanganan balapan liar hanya akan jadi formalitas tahunan yang tak menyelesaikan masalah.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten