Warga Sebut Pelaku Penganiayaan Pengendara Motor di Wacula Busel Pakai Balok Ternyata Oknum TNI
Buton Selatan – Warga menyebut pria yang menganiaya pengendara sepeda motor di Desa Wacuala, Kecamatan Batu Atas, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Rabu (22/3/2023) menggunakan balok ternyata oknum TNI.
Menurut salah satu warga berinisial T, oknum TNI tersebut berinisial LE tetapi ia menjalankan tugas di Kota Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sedangkan korbannya berinisial AF, warga Desa Babala, Kecamatan Batu Atas, Busel.
“Iya, korbannya adik sepupuku. Kalau terduga pelakunya TNI tugas di Makassar,” ujarnya via WhatsApp, Jumat (24/3).
Warga lainnya berinisial W mengatakan, oknum TNI tersebut berdinas di Kota Makasar tetapi LE juga adalah warga Desa Wacuala, Kecamatan Batu Atas, Busel.
“Tentara, namanya LE. Ini tentaranya belum tahu permasalahannya langsung aniaya itu korban,” kesalnya.
Akibat penganiaan tersebut, AF mengalami sakit di sekujur tubuh. Ia sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit tetapi saat ini memilih ditangani dengan pengobatan tradisional.
Sementara itu, keluarga AF yang tidak terima dengan aksi penganiayaan tersebut berbondong-bondong mendatangai Mako POM AD Baubau untuk mengadukan LE.
Menanggapi hal itu, Plh. Kapenrem 143/HO Lettu Inf. Rusmin Ismail mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti kasus tersebut.
“Kami cari info dulu. Info sementara, kedua belah pihak sudah damai dan dimediasi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, aksi penganiayaan itu terekam dalam video amatir warga. Pada video berdurasi 2 menit 50 detik, tampak AF melantai di tanah memohon ampun kepada LE dan warga lainnya. Tetapi, oknum TNI tersebut tetap menggertak AF. Bahkan, pelaku nekat menghantam kepala AF dengan balok, memukul kepala pakai tangan, dan menendang wajahnya menggunakan kaki.
Dalam video lainnya yang berdurasi 1 menit 11 detik, pelaku kembali menghantam dada AF pakai balok yang sedang duduk tidak berdaya di tanah. LE juga kembali menghajar korban habis-habisan pakai tangannya hingga terbaring di tanah.
Ironisnya, aksi penyiksaan ini dilakukan di hadapan warga dan tidak ada satupun yang berusaha melerai.
