Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

2 Warga Kendari Jadi Korban Pemerasan, VCS Disebar Jika Tak Serahkan Uang

2 Warga Kendari Jadi Korban Pemerasan, VCS Disebar Jika Tak Serahkan Uang
Salah satu warga yang mendapat kiriman video VCS. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (28/1/2024).

Kendari – Dua warga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi korban pemerasan oleh orang tak dikenal (OTK). Pelaku mengancam akan menyebarkan rekaman video call seks (VCS) korban ke jagad maya jika tidak mengikuti permintaan dan menyerahkan uang.

Korban pertama ialah pria berinisial AH. Awalnya, ia mendapat pesan WhatsApp dari nomor seorang wanita tak dikenal. Merasa penasaran, ia merespons dan keduanya intens menjalin komunikasi.

Sekitar Desember 2023 lalu, si wanita ingin video call dengan AH. Di tengah-tengah video call, si wanita meminta AH agar mendekatkan matanya ke area handphone. Usai mengikuti permintaan si wanita, panggilan video dimatikan.

Selang beberapa menit, wanita tersebut kembali melakukan panggilan video. AH diminta diarahkan untuk mengikuti semua permintaan wanita tersebut.

“Waktu dia video call lagi, posisi saya seperti tidak sadar. Kaya orang habis dihipnotis. Saya hanya ikut-ikut apa yang dia suruhkan,” kata AH kepada Kendariinfo, Minggu (28/1/2024).

Beberapa hari kemudian, AH kaget karena rekaman panggilan videonya tersebar ke teman-temannya. Pelaku pun mengancam akan menyebar video lebih luas jika AH tidak mengirimkan sejumlah uang.

“Ternyata waktu video call itu direkam layar. Videonya kemudian disebar sama teman-temanku. Saya tidak tahu di mana dia dapat nomor teman-temanku. Dia minta uang sama saya, kalau tidak dia mau sebar terus,” jelasnya.

Korban lainnya ialah seorang wanita berinisial R. Pada November 2023 lalu, R mendapatkan pesan di akun TikTok dari seorang pria tak dikenal. Keduanya juga bertukar nomor WhatsApp, sehingga rutin menjalin komunikasi.

Beberapa hari kemudian, pria tersebut ingin melakukan video call dengan R. Di tengah-tengah video call berlangsung, pria itu meminta R agar mendekatkan matanya ke arah handphone. Video call lalu dimatikan oleh pelaku.

Tak lama kemudian, pria tersebut kembali melakukan panggilan video. Namun R tiba-tiba sakit kepala. Pria itu meminta R agar menyediakan air putih dengan dalih akan menyembuhkan sakit kepalanya.

“Langsung sakit kepala setelah dia suruh saya dekatkan mata ke handphone. Dia suruh saya sediakan air katanya supaya sembuh. Jadi saya mengikut saja dan meminum air yang telah dibacakan mantra oleh pria itu,” bebernya.

Sejak itu, R mengaku seperti orang kehilangan ingatan dan tak sadar telah mengikuti semua permintaan pelaku. R dan pria tersebut sempat terlibat pertikaian. Hingga akhirnya pria itu menyebarkan rekaman panggilan video kepada rekan-rekan R.

“Ternyata rekaman panggilan video dengan laki-laki itu disebar. Saya baru tahu setelah disebar. Kayanya saya dihipnotis waktu itu kak,” tambahnya.

Kedua korban saat ini mengaku masih terus-terusan mendapat teror dari para pelaku. Modus para pelaku hampir persis sama, yaitu meminta sejumlah uang dengan mengancam rekaman panggilan video korban disebar.

Kasus pemerasan tersebut pun rencananya akan dilaporkan ke polisi. Para korban berharap agar masyarakat lainnya bisa waspada dengan aksi-aksi yang dilakukan oleh orang tak dikenal.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten