Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

7 Sekolah di Kendari Lolos Revitalisasi Nasional 2026, 3 Sudah Mulai Dikerjakan

7 Sekolah di Kendari Lolos Revitalisasi Nasional 2026, 3 Sudah Mulai Dikerjakan
Ilustrasi revitalisasi sekolah di Kota Kendari. Foto: ChatGPT/AI.

Kendari – Sebanyak tujuh sekolah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dinyatakan lolos Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026. Dari jumlah tersebut, tiga sekolah kini telah memasuki tahap pelaksanaan pekerjaan.

Program revitalisasi itu merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang bertujuan memperbaiki kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang rusak, mulai jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari, Saemina, mengatakan sekitar 30 satuan pendidikan di Kota Kendari mengusulkan bantuan revitalisasi tahun ini. Namun, hanya tujuh sekolah yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan administrasi hingga penandatanganan kontrak.

“Tiga sekolah sudah masuk tahap pelaksanaan pekerjaan,” kata Saemina, Kamis (30/7/2026).

Adapun tujuh sekolah penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 meliputi TK Negeri 12 Kendari di Kelurahan Abeli, Kecamatan Abeli; TK Wonua Moringi di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo; TK Citra Anduonohu di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia; TK Aisyiyah III Baruga di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga; SDN 60 Kendari di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo; SDN 11 Kendari di Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat; SDN 34 Kendari di Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu.

Saemina menjelaskan penetapan sekolah penerima bantuan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui pemanfaatan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Seluruh data kondisi sekolah dianalisis sebagai dasar penentuan penerima bantuan.

Data yang menjadi pertimbangan meliputi tingkat kerusakan ruang belajar, jumlah rombongan belajar, hingga kelengkapan fasilitas penunjang pendidikan.

“Tidak ada intervensi dari kami untuk menentukan sekolah mana yang diprioritaskan. Semua berdasarkan data yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekolah yang masuk dalam daftar calon penerima belum otomatis memperoleh bantuan. Setiap satuan pendidikan masih harus melengkapi dan mengunggah dokumen persyaratan ke kementerian untuk diverifikasi kembali.

Menurutnya, tidak sedikit sekolah yang akhirnya gugur pada tahap administrasi karena belum memenuhi kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan.

“Setelah sampai di kementerian, pasti ada lagi yang gugur kalau tidak memenuhi syarat dokumen yang dibutuhkan,” jelasnya.

Saemina berharap program revitalisasi tersebut mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sehingga proses belajar mengajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan efektif.

“Harapan kami dengan adanya rehabilitasi sekolah ini, proses belajar mengajar dapat didukung dengan tersedianya sarana dan prasarana yang lebih baik,” tutupnya.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten