Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Konsel Kembali Ricuh

Konawe Selatan – Insiden pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Konawe Selatan (Konsel) kembali ricuh. Kali ini terjadi di Desa Laonti, Kecamatan Laonti, Kamis (29/5/2025).
Kapolsek Laonti, Ipda Sukardi mengatakan, kericuhan yang terjadi adalah aksi tarik menarik antara dua warga.
“Saat rapat berlangsung, terjadi insiden tarik menarik antara Jaya Sakoya dan Astika,” ujar Sukardi, Sabtu (31/5).
Kericuhan bermula saat Astika yang merupakan perangkat pemerintah desa mengajukan surat pengunduran diri untuk maju sebagai calon anggota koperasi. Sedangkan aturannya perangkat desa tidak diperbolehkan merangkap jabatan.
Surat pengunduran diri itu dipertanyakan, sebab dinilai tidak sah. Saat Astika hendak mengambil kembali surat pengunduran diri itu, Jaya juga ingin mengambil surat itu sebagai pegangan yang dinyatakan tidak sah.
“Saat itu pun terjadi tarik menarik antara saudara Jaya Sakoya dan Astika terkait surat pengunduran diri hingga viral di beberapa sosial media,” bebernya.
Akibat insiden itu, rapat pembentukan koperasi desa sempat dihentikan dan dilanjutkan kembali dengan nama-nama kepengurusan Koperasi Desa Merah Putih sesuai yang ditentukan oleh kepala desa. Astika pun tetap dipilih menjadi anggota.
“Kegiatan berakhir pukul 12.00 Wita. Setelah kegiatan berakhir situasi aman dan kondusif,” tutupnya.
Diketahui, kericuhan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih juga terjadi di Desa Tetesingi, Kecamatan Mowila, Konsel, Senin (26/5). Kericuhan dipicu akibat kepala desa melemparkan botol air mineral ke arah anggota BPD. Kemudian dibalas dengan saling lempar dan membuat gaduh.
Viral Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Mowila Ribut, Saling Lempar Botol





