Bayi di Kendari Butuh Bantuan, Bakal Dirujuk ke Makassar Akibat Jantung Bocor

Kendari – Seorang bayi perempuan bernama Wa Ode Annisa Tuljannah S di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), saat ini membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. Pasalnya, bayi yang masih berusia dua bulan tersebut didiagnosis menderita penyakit jantung bocor disertai pertukaran pembuluh darah sejak lahir.
Rencananya, Annisa bakal dirujuk ke rumah sakit di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Namun, hingga kini proses rujukan tersebut terkendala biaya.
Bibi Annisa, Satriani, mengatakan bayi tersebut saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak (RSJPDO) Oputa Yi Koo, yang berlokasi di Jalan dr. Sam Ratulangi, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, sejak 8 Februari 2026.
“Iya, jantung bocor dengan pertukaran pembuluh darah. Dirawat sejak tanggal 8 Februari 2026,” ujarnya kepada Kendariinfo, Kamis (12/2).
Menurutnya, anak dari pasangan Sabarudin dan Rina Putri Aprilia tersebut selama menjalani perawatan di rumah sakit menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Namun, pihak keluarga mengalami keterbatasan biaya untuk proses rujukan ke Makassar.
Ia juga belum dapat memastikan kapan Annisa akan dirujuk ke rumah sakit di Makassar karena keterbatasan dana. Pasalnya, ayah Annisa, Sabarudin, sehari-hari bekerja serabutan, sementara sang ibu, Rina Putri Aprilia, berstatus sebagai ibu rumah tangga (IRT). Oleh karena itu, pihak keluarga berharap adanya bantuan dari berbagai pihak.
“Belum diketahui karena dananya belum cukup. Ayahnya pekerja serabutan, kalau ibunya ibu rumah tangga,” ucapnya.
Sebagai informasi, Annisa merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara asal Desa Lakapodo, Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna. Namun, ayah dan ibunya telah menetap di Kota Kendari sejak tahun 2021.
Sebagai bentuk dukungan terhadap Annisa, masyarakat yang ingin memberikan bantuan dapat menyalurkannya melalui rekening BRI nomor 019201044123534 atas nama Rina Putri Aprilia. Konfirmasi dan informasi lebih lanjut dapat dilakukan melalui WhatsApp di nomor 0877 4804 596 atau 0821 8898 2767.





