Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Upah 2 Bulan Belum Dibayar, Pekerja Segel Puskesmas Pembantu di Pasikuta, Muna

Upah 2 Bulan Belum Dibayar, Pekerja Segel Puskesmas Pembantu di Pasikuta, Muna
Pintu masuk puskesmas pembantu di Desa Pasikuta, Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel warga bersama pekerja. Foto: Istimewa. (14/2/2026).

Muna – Pekerja bersama warga menyegel puskesmas pembantu (pustu) di Desa Pasikuta, Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (14/2/2026). Pustu disegel lantaran kontraktor belum membayar upah buruh selama dua bulan setelah pekerjaan rampung.

Warga Desa Pasikuta, Nita, mengatakan masyarakat dan pekerja menyegel pustu karena emosi, sebab kontraktor tidak membayar upah para tukang, bahan bakar minyak (BBM), dan air. Selain itu, kontraktor menyisakan utang di kios warga.

“Saat itu, kontraktor memberi tahu pemilik kios kalau tukang butuh uang agar dipinjamkan dulu, nanti akan diganti. Pemilik warung sudah menghubunginya, tetapi tidak direspons,” kata Nita kepada Kendariinfo, Selasa (17/2).

Ia mengungkapkan salah satu pekerja bahkan telah mendatangi rumah kontraktor untuk menagih upahnya. Namun, upaya itu hanya berujung janji pembayaran melalui transfer.

“Mereka hanya dijanji. Katanya uang mau ditransfer, tetapi hingga kini belum dibayarkan,” ungkapnya.

Tukang berinisial A menjelaskan pelaksana pekerjaan pustu ialah CV Putra Lambelu dengan nilai kontrak Rp487 juta, bersumber dari anggaran pendapat belanja daerah (APBD). Meski proyek telah selesai dikerjakan pada Desember 2025, hingga Februari 2026, A mengaku belum menerima upah.

“Saya diajak kerja kontraktor Ahmad Evendi. Sampai sekarang gaji belum dibayar. Saya borong pekerjaan cat, memasang pintu, dan gantungan jendela. Total gaji Rp2,5 juta,” jelas A kepada Kendariinfo, Sabtu (21/2).

Tak hanya itu, A menyebut Ahmad memiliki tunggakan BBM dan air senilai Rp5,8 juta. Ia juga mendengar biaya pengambilan material di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Kabawo, serta ongkos angkut kerikil di Desa Marobo, belum dibayarkan.

Baca Juga:  Pembangunan Puskesmas Kandai Dimulai, Bisa Layani Warga dari Konkep

“Teman di sana bilang harga materiel dan harga angkut kerikil belum dibayar,” ujarnya.

Di tengah kondisi itu, A mengaku sangat berharap upahnya segera dibayar, karena uang tersebut akan digunakan untuk kebutuhan keluarganya.

“Kita mau pakai kasihan itu uang, untuk ongkos puasa. Anak-anak banyak kebutuhan,” ucapnya.

Tukang lainya berinisial I mengaku baru menerima setengah dari total upahnya. Ia menyebut sisa gaji yang belum terbayarkan senilai Rp10 juta.

“Kalau saya baru sebagian diberikan,” kata I kepada Kendariinfo, Minggu (22/2).

Kontraktor CV Putra Lambelu, Ahmad Evendi, membantah belum membayarkan upah pekerja dan meminjam uang di kios. Ia mengaku telah menyerahkan pembayaran kepada kepala tukang bernama Mahmud. Terkait biaya BBM dan air, Ahmad meminta agar pemilik kios datang ke rumahnya untuk melunasi hutang.

“Kalau ada buruh yang belum dibayar, itu nanti berurusan dengan kepala tukang. Terkait material dan kerikil, saya tidak pernah mengambil kerikil di desa lain. Biaya BBM serta air, saya tak ada niat tidak membayar,” ucapnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten