Kondisi Terkini Remaja yang Dianiaya 2 Anggota Polres Wakatobi Perkara Rokok Ilegal

Wakatobi – Kondisi RA (17), remaja yang diduga menjadi korban penganiayaan dua anggota Polres Wakatobi terkait dugaan perkara pembagian hasil penjualan rokok ilegal disebut masih belum pulih. RA kini masih menjalani pemulihan di rumah dengan sejumlah luka di tubuhnya.
Kakak korban berinisial SL mengatakan adiknya hingga kini masih kesulitan makan, karena mengalami pembengkakan pada bagian wajah. Belakangan pembengkakan terjadi di wajahnya cukup memprihatinkan.
“Adikku itu sekarang masih di rumah dan tidak bisa makan. Karena mukanya sudah bengkak-bengkak, mungkin baru terasa setelah beberapa hari,” kata SL saat dikonfirmasi Kendariinfo, Sabtu (27/6/2026).
SL mengaku keluarganya masih melihat sejumlah bekas luka dan memar di tubuh RA. Menurutnya, kondisi fisik RA juga masih lemah akibat dugaan penganiayaan.
“Ada memar, luka di beberapa bagian badan, badan masih sakit-sakit semua. Terutama wajah yang kelihatan bengkak,” ujarnya.
Berdasarkan pengakuan RA kepada keluarga, dia diduga diajak ke sebuah indekos sebelum mengalami penganiayaan. RA mengaku dipukul, disundut rokok, hingga disetrum.
“Pengakuannya dia itu diajak ke indekos para pelaku ini lalu dianiaya di tempat itu. Dipukul, disundut rokok, dan disetrum, katanya. Ada juga temannya yang dianiaya, diborgol, baru dibuang ke laut,” ungkap SL.
Keluarga berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara itu. Mereka juga meminta seluruh pihak yang diduga terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Ya kami sebagai orang awam dengan hukum hanya bisa memohon dan meminta tolong agar kasus ini diusut secara tuntas dan meminta pelaku dihukum seberat-beratnya,” tutupnya.





