Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Ali Mazi Ikut Tanam 450 Pohon Terancam Punah di Kebun Raya UHO Kendari

Ali Mazi Ikut Tanam 450 Pohon Terancam Punah di Kebun Raya UHO Kendari
Gubernur Sultra, Ali Mazi saat melakukan penanaman pohon terancam punah di Kebun Raya UHO Kendari. Foto: Yusrin Ramadhan/Kendariinfo. (22/12/2021).

Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi ikut langsung gerakan menanam pohon Indonesia yang terancam punah bersama Asosiasi Mikroriza Indonesia (AMI-RI) di Kebun Raya Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Rabu (22/12/2021).

Ali Mazi terlihat antusias saat menanam salah satu pohon yang terhitung langka yakni Jeruk Siompu. Selain itu, turut ditanam 450 pohon dari 60 jenis, di antaranya Pooti, Kayu Kuku, Angsana, Kalapi, Sonokeling, Merbau, Gito-Gito, Jabon Merah. Kemudian Kayu Besi, Eha, Biti, Longkida, Lada Hutan, Pololi, Ruruhi, dan Kesambi.

Dia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan penanaman pohon tersebut, pasalnya kegiatan ini dapat menjawab kekhawatiran masyarakat dunia atas ancaman kepunahan berbagai jenis pohon.

Gubernur Sultra, Ali Mazi saat melakukan penanaman pohon terancam punah di Kebun Raya UHO Kendari. Foto: Yusrin Ramadhan/Kendariinfo. (22/12/2021).
Gubernur Sultra, Ali Mazi saat melakukan penanaman pohon terancam punah di Kebun Raya UHO Kendari. Foto: Yusrin Ramadhan/Kendariinfo. (22/12/2021).

“Harapan kami semoga melalui kegiatan penanaman pohon terancam punah dapat menginspirasi stakeholder lainnya dan masyarakat Sultra untuk ikut melestarikan pohon-pohon yang bisa dibilang terancam punah,” katanya.

Gubernur yang telah dua menjabat dua periode ini juga menambahkan bahwa Provinsi Sultra memiliki sekitar 599 tumbuhan berkayu yang berasal dari 82 famili dan 352 marga yang menghuni berbagai tipe dan ekosistem hutan di Bumi Anoa.

“Dari 599 jenis pohon tersebut terdapat 37 jenis yang telah masuk daftar merah di unit internasional untuk konservasi alam sebagai jenis terancam punah. Beberapa pohon di antaranya, jenis Pooti, dan Hope Celebica, Eboni, Kalapi, Kayu Kuku, dan Angsana,” ungkapnya.

Rektor UHO, Muhammad Zamrun Firihu menjelaskan, penanaman itu merupakan salah satu bentuk komitmen dan kolaborasi kampus yang bertujuan untuk melestarikan tanaman.

“Kebun raya bukan hanya tanaman saja atau pohon atau bunga yang ada, tetapi sebenarnya juga termaksud hewan ada di dalam,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua AMI-RI, Husna menambahkan, kegiatan ini adalah program utama Asosiasi Mikroriza Indonesia untuk menyelamatkan jenis-jenis tanaman yang terancam punah terutama di Sultra, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25.

“Ini kami adakan untuk ikut melestarikan tanaman-tanaman yang sudah jarang ditemui, sekaligus dalam rangka HUT asosiasi kami yang ke-25,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten