Ali Mazi Sampaikan 4 Hal Ini saat Hadiri Rapat Paripurna DPRD Sultra

Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi menghadiri Rapat Paripurna yang dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Sultra, Kamis(27/4/2023). Dalam rapat tersebut Ali Mazi menyampaikan empat hal terkait kondisi pembangunan di Sultra.
“Kita bersyukur karena di usianya yang ke-59 tahun, Provinsi Sultra telah mencapai beberapa kemajuan yang cukup membanggakan dari tahun 2022 lalu, yang dapat dilihat dari beberapa indikator makro pembangunan,” katanya.
Indikator makro pembangunan tersebut yaitu kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tergolong aman, pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat, serta tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka yang menurun dari tahun sebelumnya.
Di balik kondisi makro tersebut, juga ada capaian-capaian yang harus mendapatkan perhatian yaitu keadaan inflasi pada dua kota besar yaitu Kota Kendari dan Kota Baubau pada Maret 2023 yang tergolong tinggi sehingga harus diwaspadai. Ada pula ketimpangan pendapatan masyarakat yang diukur oleh gini ratio yang masih berada pada ketimpangan level sedang.
“Berbagai capaian kemajuan pembangunan, baik secara makro maupun mikro di atas, menjadi dasar tema yang diusung dalam Peringatan HUT ke-59 Sultra, yakni ‘Aman Sukses Membangun Sultra’,” tambahnya.
Ali Mazi mengatakan bahwa capaian yang menggembirakan patut disyukuri, sedangkan capaian yang belum sesuai harapan mesti menjadi catatan agar diberikan perhatian pada masa-masa yang akan datang.
Ada empat aspek permasalahan dan isu strategis yang harus menjadi perhatian serius Pemprov Sultra dalam pembangunan Sultra ke depan, yaitu:
Isu Pembangunan Manusia
Meskipun IPM di Sultra pada tahun 2022 mencapai 72,23, tetapi angka tersebut masih di bawah rata-rata nasional, yaitu 72,91. Untuk itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama kualitas pendidikan menengah dan pelatihan kerja terhadap kebutuhan pasar kerja masih dirasakan belum optimal, masih menjadi fokus pemerintah.
Isu Inflasi, Ketahanan Pangan, dan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem
Untuk itu, upaya yang perlu dilakukan di beberapa sektor prioritas, di antaranya adalah mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pemberdayaan dalam rangka peningkatan produktivitas kelompok miskin dan rentan. Kita juga perlu berupaya meningkatkan kapasitas sektor riil dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Serta meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan bagi masyarakat.
Isu Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Pembangunan
Meskipun angka pertumbuhan ekonomi Sultra tahun 2022 sebesar 5,53 persen, lebih tinggi dari nasional yaitu 5,31 persen, tetapi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan perlu terus didorong melalui peningkatan infrastruktur dasar dan kewilayahan di Sultra, melakukan transformasi ekonomi pada sektor pariwisata, peningkatan produksi dan produktivitas sektor pertanian, hilirisasi pertambangan serta program padat karya untuk menyerap tenaga kerja, dan memaksimalkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), utamanya produk-produk UMKM.
Isu Tata Kelola Pemerintahan
Terkait isu ini, perlu dilakukan perbaikan tata kelola melalui penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik, sistem informasi pemerintahan daerah serta kebijakan satu data. Selain keempat isu tersebut, tantangan saat ini, adalah bagaimana menciptakan suasana yang kondusif, demi suksesnya Pemilihan Umum 2024 yang sudah di depan mata.
“Pilihan boleh beda, tetapi tujuan kita tetap satu, yakni mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi ke depan,” tutupnya.





