Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Bisnis

Bayi 7 Bulan Korban Susu Kedaluwarsa di Kendari Diduga Alami Trauma, Ini Penjelasan Dokter

Bayi 7 Bulan Korban Susu Kedaluwarsa di Kendari Diduga Alami Trauma, Ini Penjelasan Dokter
Al Fatan, bayi yang menjadi korban susu kadaluwarsa yang dijual oleh Marina Mart Mandonga saat jalani pemeriksaan di RS Hermina. Foto: Ferito Julyadi/Kendariinfo. (7/7/2022).

Kendari – Bayi berusia 7 bulan bernama Al Fatan yang merupakan korban susu kedaluwarsa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga mengalami trauma.

Setelah menjalani pemeriksaan dan penanganan di rumah sakit, kondisi bayi laki-laki itu berangsur membaik. Namun, menolak untuk meminum susu formula jenis apa pun.

Sang ibu, Maryani (39) dibuat sedih dan kebingungan. Ia menduga bahwa anaknya itu trauma karena keracunan akibat mengonsumsi susu kedaluwarsa yang dijual oleh Marina Mart Mandonga.

Al Fatan, bayi yang menjadi korban susu kedaluwarsa yang dijual oleh Marina Mart Mandonga saat jalani pemeriksaan di RS Hermina.
Al Fatan, bayi yang menjadi korban susu kedaluwarsa yang dijual oleh Marina Mart Mandonga saat jalani pemeriksaan di RS Hermina. Foto: Kendariinfo. (5/7/2022).

“Sudah jalani pemeriksaan di rumah sakit kemarin sejak Selasa (5/7) dan sekarang sudah baikan, bintik-bintik merah di badannya sudah hilang. Tapi setelah itu anak saya menolak untuk minum susu lagi. Bahkan lihat botol susunya saja dia tidak mau, kayak dia takut,” ujar Maryani kepada Kendariinfo saat ditemui, Kamis (7/7/2022).

Untuk memenuhi kebutuhan gizi bayinya, Maryani hanya membuatkan bubur untuk dimakan dan air putih sebagai pengganti susu.

Menanggapi hal itu, Dokter Umum di Kota Kendari, dr Liyasari menjelaskan bahwa perilaku si bayi yang menolak minum susu bisa disebabkan karena beberapa faktor.

Pertama, karena adanya kebosanan terhadap susu. Menurutnya, anak-anak atau bayi biasanya punya rasa bosan terhadap susu yang mereka minum. 

Kedua, bayi itu sudah merasa kenyang sehingga menolak untuk meminum susu.

“Jadi dari si ibu harus ada inisiatif cari alternatif susu yang lain yang mungkin bisa disukai oleh anaknya,” ucap dr Liyasari kepada Kendariinfo melalui sambungan telepon, Jumat (8/7).

Dr Liyasari menegaskan, jika anak menolak minum susu, jangan pernah memaksakan untuk meminumnya. Sebab, hal itu justru menimbulkan rasa trauma kepada si buat hati.

“Coba cari alternatif susu lain, jika menolak ganti lagi susunya sampai dapat susu yang disukai oleh si bayi atau mungkin pemberian susu formula dihentikan sementara waktu. Kalau bisa diberi ASI silakan diberikan. Tunggu sampai si bayi benar-benar lapar baru dikasih susu,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, kasus bayi Al Fatan yang menolak minum susu setelah keracunan susu kedaluwarsa bisa jadi memiliki korelasi. Sebab, susu yang telah kedaluwarsa memiliki rasa tidak enak.

“Susu yang masih baru dengan yang telah kedaluwarsa memiliki rasa yang berbeda. Apalagi kalau ibunya sudah memberikan susu kedaluwarsa itu dalam jangka waktu yang lama, pasti si bayi merasa tidak enak sehingga ada rasa kebosanan dan menolak untuk meminum susu,” pungkasnya.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten