Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Belasan Warga Kendari Jadi Korban Dugaan Penipuan Investasi Bodong Rp2,1 M, Pelaku Hilang Jejak

Belasan Warga Kendari Jadi Korban Dugaan Penipuan Investasi Bodong Rp2,1 M, Pelaku Hilang Jejak
Terlapor dugaan investasi bodong di Kendari berinisial YR saat menandatangani perjanjian pengelolaan dana para korban. Foto: Istimewa.

Kendari – Sejumlah warga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga menjadi korban penipuan investasi bodong dengan total kerugian mencapai Rp2,1 miliar. Terduga pelaku berinisial YR, kini dilaporkan telah hilang jejak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kendariinfo, total korban sementara mencapai sebelas orang dengan nominal kerugian bervariasi. Para korban mengaku tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat yang ditawarkan YR.

Salah seorang korban berinisial IR mengaku awalnya hanya menyetor dana sebesar Rp50 juta pada Rabu, 30 Juli 2025. Ia dijanjikan keuntungan sebesar dua persen dalam waktu lima hari.

“Saya kasih dia Rp50 juta dengan perjanjian fee dua persen selama lima hari. Setelah beberapa lama sempat kasih saya iming-iming fee total Rp20 juta. Tapi modal saya tetap Rp50 juta karena selama ini dia hanya kasih fee saja. Setelah itu dia hilang mi,” ujar IR saat ditemui Kendariinfo, Sabtu (18/4/2026).

Merasa dirugikan, korban pun melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Kendari pada Minggu (11/1). Namun, sampai saat ini YR juga tak kunjung ditemukan.

Sementara korban lainnya, MR, mengungkapkan modus terduga pelaku, yakni meyakinkan para investor dengan cerita bisnis logistik. YR mengaku memiliki perusahaan yang menjadi vendor di kawasan industri di Kecamatan Morosi, Konawe, dan menyuplai kebutuhan bahan pokok untuk sekitar 9 kantin.

Menurut MR, terduga pelaku mengaku kekurangan modal dan mengajak para korban untuk berinvestasi. Skema keuntungan yang ditawarkan pun beragam, mulai dari 20 persen dalam waktu 5 – 10 hari hingga 0,5 persen per hari.

Baca Juga:  Sempat Mangkir, Guru Besar FKIP UHO Prof B Datangi Polresta Kendari untuk Diperiksa

“Dia bilang butuh investor karena kekurangan modal. Jadi kami yang modali, dia imingi bagi persen. Saya sempat percaya karena awalnya lancar,” jelasnya.

MR mengaku awalnya hanya memberikan pinjaman dana yang kemudian terus bertambah hingga mencapai Rp500 juta. Dari situ, ia mulai diajak masuk ke skema investasi dengan total kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp1,4 miliar.

Para korban menyebut kepercayaan terhadap terduga pelaku dibangun secara bertahap. YR disebut selalu memberikan keuntungan kecil di awal sebelum akhirnya mengajak korban menanamkan dana dalam jumlah besar.

“Saya kenal dia dari teman, jadi saya yakin. Dia bangun kepercayaan dari kecil-kecil, lancar terus. Pas sudah besar, langsung dia hilang,” tutup MR.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya aduan tersebut. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan mendalami dokumen serta memeriksa sejumlah saksi.

“Jadi perlu teliti pendalaman penyelidikan terhadap dokumen-dokumen dan saksi-saksi,” tutupnya.

Polisi meminta agar warga yang merasa dirugikan dalam kasus ini untuk bisa ikut melapor ke pihak yang berwajib.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten