Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Berkas Perkara Susu kedaluwarsa Marina Mart Mandonga akan Dilimpahkan ke BPOM Kendari

Berkas Perkara Susu kedaluwarsa Marina Mart Mandonga akan Dilimpahkan ke BPOM Kendari
Koordinator Penindakan BPOM Kendari, Wahyuddin Muis saat ditemui awak media. Foto: Ferito Julyadi/Kendariinfo. (28/10/2022).

Kendari – Kasus susu kedaluwarsa yang dijual Marina Mart Mandonga masih terus bergulir di Polresta Kendari. Usai digelarnya rapat dengar pendapat (RDP) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendari, perkara yang bergulir sejak Juli 2022 itu masih belum menemukan titik terang.

Kabarnya, kasus tersebut akan dilimpahkan ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari. Saat dikonfirmasi awak media, Koordinator Penindakan BPOM Kendari, Wahyuddin Muis membenarkan bahwa adanya rencana pelimpahan berkas perkara tersebut.

“Perkara itu belum secara resmi diserahkan. Cuma surat pengantarnya yang diberikan kepada kami, bahwa ada rencana untuk pelimpahan,” ucap Wahyu kepada awak media, Jumat (28/10/2022).

Kendati demikian, hingga saat ini dokumen dan berkas-berkas kasus susu kedaluwarsa itu masih belum diterima oleh BPOM Kendari.

Dia mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengagendakan pertemuan dengan penyidik Polresta Kendari, untuk membahas perkara yang sudah bergulir berbulan-bulan itu.

“Saya belum bisa menjelaskan apa perkembangannya, karena memang berkas perkara ini belum resmi diserahkan kepada kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi yang dihubungi Kendariinfo, Sabtu (29/10) belum memberi tanggapan atas pelimpahan berkas perkara tersebut.

Sebelumnya, seorang ibu di Kendari bernama Maryani (39) menceritakan pengalamannya di media sosial setelah membeli susu kedaluwarsa jenis Lactogen di Marina Mart, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Minggu (3/7) lalu.

Baca Juga:  32 Warga Kendari Terima Rp20 Juta untuk Perbaikan Rumah

Pada video yang diterima Kendariinfo, Maryani tampak duduk di emperan Marina Mart. Ia terlihat menangis tersedu-sedu dan mengatakan bahwa susu yang dirinya beli dari Marina Mart Mandonga telah kedaluwarsa. Padahal, dia mengaku selalu membeli susu di toko tersebut. Video itu pun akhirnya beredar luas di media sosial.

Anak Maryani yang baru berusia tujuh bulan pun menjadi korban dan harus dilarikan ke rumah sakit akibat muncul bintik-bintik merah di sekujur tubuhnya setelah mengonsumsi susu kedaluwarsa tersebut.

Kasus itu pun dilaporkannya ke Polsek Mandonga, kemudian dilimpahkan ke Polresta Kendari untuk dilakukan proses mediasi. Namun, upaya mediasi antara korban dan pihak Marina Mart Mandonga pada tanggal 16 Juli 2022 tidak menemukan kesepakatan damai.

Kemudian dilaksanakannya RDP di DPRD Kota Kendari pada tanggal 6 September 2022, dan tetap tidak menemukan titik terang untuk penyelesaian perkara tersebut.

Tangis Ibu Korban Susu Kedaluwarsa Pecah saat RDP di DPRD Kendari

ADVERTISEMENT

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten