Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

BMKG Sebut Musim Hujan di Sultra Mulai November 2025

BMKG Sebut Musim Hujan di Sultra Mulai November 2025
Ilustrasi cuaca ekstrem di Kendari. Foto: Aldi/Kendariinfo.

Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) akan mulai beralih dari musim kemarau menuju musim penghujan pada November 2025. Pergantian musim ini diprediksi berlangsung secara bertahap dengan intensitas hujan yang masih tergolong normal di awal periode.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan puncak musim hujan di Sultra diperkirakan terjadi pada April 2026.

“Analisis kami menunjukkan curah hujan pada November masih berada dalam kategori normal, namun masyarakat perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang bisa muncul sewaktu-waktu,” ujarnya, Senin (3/11/2025).

Prediksi tersebut, kata Faizal, diperoleh dari hasil pemantauan dinamika atmosfer global. Hasil analisis menunjukkan indeks El Nino–Southern Oscillation (ENSO) berada dalam fase netral, menandakan suhu permukaan laut di kawasan Pasifik tropis tidak menunjukkan pengaruh kuat baik dari El Nino (fase hangat) maupun La Nina (fase dingin).

Kondisi serupa juga terpantau di perairan sekitar Sultra. Suhu permukaan laut di wilayah ini berangsur menuju fase netral, sementara gelombang ekuatorial masih menunjukkan fluktuasi.

“Faktor-faktor lokal seperti kelembapan udara yang cukup tinggi di lapisan rendah serta aktivitas konvektif yang sedang hingga kuat turut meningkatkan peluang terjadinya hujan di beberapa wilayah,” jelasnya.

Faizal juga menuturkan, pergerakan matahari ke arah selatan bumi turut memengaruhi suhu udara di Sultra. Pergeseran ini menyebabkan suhu maksimum menurun, sekaligus menandai berakhirnya periode panas ekstrem yang biasanya terjadi pada puncak musim kemarau.

Meski begitu, Faizal mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, maupun pohon tumbang.

“Kami mengingatkan agar masyarakat senantiasa memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, supaya langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” tutupnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten