Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

BMKG Sebut Seluruh Wilayah Sultra Sangat Mudah Terbakar, Catat 356 Titik Panas

0
0
Peta sebaran titik panas di Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Dok. BMKG.

Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut hampir seluruh wilayah Bumi Anoa sangat mudah terbakar berdasarkan prakiraan tingkat kemudahan terbakar pada Rabu (21/10/2026). Kondisi ini menyusul temuan 356 titik panas yang tersebar di Sultra pada Senin (19/10).

Berdasarkan peta prakiraan Fine Fuel Moisture Code (FFMC) BMKG, hampir seluruh wilayah Sultra memiliki nilai di atas 82 atau masuk kategori sangat mudah terbakar. Kondisi tersebut menunjukkan alang-alang dan dedaunan di lantai hutan berada dalam keadaan sangat kering sehingga mudah tersulut api.

Sebagian wilayah Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara (Kolut) menjadi pengecualian dalam prakiraan tersebut.

Peta Fine Fuel Moisture Code (FFMC) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Foto: Dok. BMKG.

BMKG mengelompokkan tingkat kemudahan terbakar menjadi empat kategori. Nilai FFMC 0 – 72 menunjukkan kondisi basah dan sulit terbakar, 73 – 77 berarti lembap dan cukup sulit terbakar, 78 – 82 menunjukkan kondisi kering dan mudah terbakar, sedangkan nilai di atas 82 masuk kategori sangat mudah terbakar.

Sementara itu, hasil pemantauan BMKG pada Senin (19/10) pukul 00.00 – 23.59 WIB mencatat 356 titik panas di Sultra. Sebanyak 26 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 289 titik tingkat menengah, dan 41 titik tingkat tinggi.

Kabupaten Konawe menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 85 titik. Rinciannya, tujuh titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 71 titik tingkat menengah, dan tujuh titik tingkat tinggi.

Konawe Selatan (Konsel) berada di urutan berikutnya dengan 62 titik, terdiri atas 2 titik tingkat rendah, 49 titik tingkat menengah, dan 11 titik tingkat tinggi. Bombana menyusul dengan 44 titik, sedangkan Kolaka Timur (Koltim) mencatat 42 titik.

Selanjutnya, Konawe Utara (Konut) memiliki 28 titik panas. Kabupaten Buton dan Kolut masing-masing mencatat 19 titik, sementara Kolaka memiliki 18 titik.

Wilayah lain yang turut terdeteksi titik panas meliputi Buton Utara (Butur) sebanyak 11 titik, Muna 8 titik, Baubau dan Buton Tengah (Buteng) masing-masing 5 titik, serta Kota Kendari 4 titik.

Adapun Buton Selatan (Busel) mencatat 3 titik panas, Wakatobi 2 titik, dan Konawe Kepulauan (Konkep) 1 titik. Sementara itu, tidak ada titik panas yang terdeteksi di Kabupaten Muna Barat (Mubar) pada periode pemantauan tersebut.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: