Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Buron 2 Bulan, Predator Seksual Bermodus Agama di Baubau Berhasil Ditangkap

Buron 2 Bulan, Predator Seksual Bermodus Agama di Baubau Berhasil Ditangkap
Predator seksual bermodus agama berinisial IR di Kota Baubau diringkus Satreskrim Polres Baubau. Foto: Istimewa.

Baubau – Setelah sempat buron kurang lebih dua bulan, predator seksual yang menggunakan ilmu agama sebagai modus di Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial IR berhasil ditangkap Satreskrim Polres Baubau, Jumat (15/7/2022).

Dari hasil penyelidikan Tim Satreskrim Polres Baubau, IR diketahui berada di Wahai yang merupakan Ibu Kota Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

“Berdasarkan informasi itu kami kemudian berkoordinasi dengan anggota Polsek Wahai dan mengirimkan Daftar Pencarian Orang (DPO) tersangka untuk dilakukan penyelidikan lanjutan,” ujar Kapolres Baubau, AKPB Erwin Pratomo melalui keterangan resminya yang diterima Kendariinfo, Jumat (22/7).

Hasilnya, predator seksual itu berhasil ditangkap oleh anggota Polsek Wahai. Selanjutnya Tim Opnsal Satreskrim Polres Baubau berngkat ke Maluku Tengah untuk mejemput tersangka.

“Tersangka sudah kami amankan di Mapolres Baubau,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, IR disangkakan Pasal 81 ayat (1) UU RI jo Pasal 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan ke dua atas UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

Sebelumnya sekitar bulan Februari 2022, dua remaja putri di Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau berinisial Y (16) dan E (19) menjadi korban pelecehan seksual oleh tersangka IR yang dilakukan di indekos tersangka.

Baca Juga:  Polisi Rilis Wajah Terduga Pelaku Penculikan Anak di Kendari

Awalnya kedua korban diajarkan tentang ilmu-ilmu agama seperti tauhid dan fiqih. Untuk lebih memikat para korban, tersangka mengaku bahwa dengan berhubungan badan dengannya, segala keinginan mereka dapat tercapai.

Namun, tanpa sepengetahuan kedua korban, tersangka merekam saat mereka berhubungan badan layaknya suami istri. Video itu yang kemudian menjadi alat untuk mengancam kedua korban agar terus mau memuaskan nafsunya.

Perbuatan bejat itu terbongkar setelah video mesum kedua korban tersebar di media sosial. Pihak keluarga yang mengetahui hal itu merasa tidak terima dan kemudian melapor ke Polres Baubau yang tertuang dalam Surat Laporan Polisi  Nomor : LP/B/48 /IV/2022/SPKT/Polres Baubau/Polda Sulawesi Tenggara, Tanggal 08 April 2022.

Predator Seksual Berkedok Agama di Baubau, Paksa Korban Berhubungan Sesama Jenis

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten