Caketum PBNU Gus Salam Temui PCNU se-Sultra, Serap Aspirasi dan Bahas Penguatan Organisasi
Kendari – Calon Ketua Umum (Caketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdussalam Shohib, menggelar silaturahmi bersama jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kota Kendari, Selasa (7/7/2026).
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi sekaligus membahas penguatan organisasi menjelang agenda pemilihan Ketua Umum PBNU.
KH Abdussalam Shohib yang akrab disapa Gus Salam mengatakan kunjungannya ke Sultra merupakan bagian dari rangkaian safari silaturahmi ke sejumlah wilayah di Indonesia. Menurutnya, membangun komunikasi dengan pengurus NU di daerah menjadi langkah penting untuk mendengar langsung berbagai pandangan dan masukan dari akar organisasi.
“Kami sengaja bersilaturahmi dengan seluruh stakeholder NU dan PCNU di Sulawesi Tenggara. Tentu kami berharap pertemuan ini membawa manfaat dan keberkahan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Salam didampingi Ketua PCNU Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kiai Muhammad Makmun. Ia menjelaskan, Sultra menjadi provinsi ke-19 yang dikunjungi dalam agenda silaturahmi nasional. Sebelum tiba di Kendari, ia lebih dulu menyambangi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai daerah pertama yang dikunjungi di Pulau Sulawesi.
Gus Salam juga mengapresiasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sultra yang telah memfasilitasi pertemuan dengan seluruh pengurus cabang di daerah itu. Menurutnya, setiap kunjungan ke daerah selalu diawali dengan berkoordinasi bersama PWNU sebagai bentuk penghormatan terhadap struktur organisasi.
“Alhamdulillah, setiap kami datang ke suatu wilayah selalu melalui PWNU. Kami menghormati kewilayahan di daerah, sehingga ingin hadir dengan cara yang baik, sopan, dan terbuka,” lanjutnya.
Ia menambahkan, dialog bersama jajaran PCNU se-Sultra dijadwalkan berlangsung hari ini. Forum tersebut akan dimanfaatkan untuk mendengarkan aspirasi pengurus cabang sekaligus bertukar pandangan mengenai arah penguatan organisasi NU di masa mendatang.
