Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Curang dalam Perekrutan CASN 2021, 3 Pegawai di Kolaka Utara Diringkus Polisi

Curang dalam Perekrutan CASN 2021, 3 Pegawai di Kolaka Utara Diringkus Polisi
Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sultra, Kombes Pol Heri Tri Maryadi saat melakukan konferensi pers. Foto: Istimewa. (25/4/2022).

Kendari – Sebanyak tiga orang pegawai asal Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) diamankan polisi karena terlibat dalam kasus pelulusan ilegal 6 Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021 lalu.

Ketiga orang tersebut adalah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kolaka Utara (BKPSDM Kolut), Jumadil, staf BKPSDM Kolut, yakni Adli Nirwan dan Arfan.

Selain ketiganya, dua orang lainnya dari luar daerah sudah diamankan lebih awal yakni penyedia aplikasi Zoho Assist dari Sulawesi Tengah (Sulteng) bernama Irvon, dan penjawab soal-soal tes CASN dari Sulawesi Barat (Sulbar) bernama Faisal. Keduanya ditahan di daerah masing-masing yakni Irvon ditahan di Polda Sulteng sedangkan Faisal ditahan di Polda Sulbar.

Tiga pelaku kecurangan dalam perekrutan CASN 2021 diringkus Polda Sultra.
Tiga pelaku kecurangan dalam perekrutan CASN 2021 diringkus Polda Sultra. Foto: Istimewa. (25/4/2022).

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sultra, Kombes Pol Heri Tri Maryadi menjelaskan peran masing-masing pelaku berbeda-beda. Irvon (pemilik aplikasi tersebut) memerintahkan Kepala BKPSDM Kolut, Jumadil untuk merekrut orang-orang dan dijanjikan akan diluluskan.

Setelah mendapatkan 9 orang CASN di tahun 2021 itu, Irvon memerintahkan rekannya bernama Arfan untuk memasang aplikasi Remote Access Zoho ke perangkat komputer (laptop) tes CASN 2021 di Kolut. Arfan bekerja sama dengan staf BKPSDM Kolut, yakni Adli Nirwan untuk memasang alat tersebut.

Setelah alat terpasang dan memasuki waktu pengerjaan tes soal-soal perekrutan CASN 2021, 9 orang itu (6 perempuan dan 3 laki-laki) memasuki ruangan. Mereka menduduki kursi yang komputernya sudah dipasangkan aplikasi tersebut.

Baca Juga:  Salah Paham, Sekelompok Preman di Muna Rusak Rumah Warga

“Saat itu, hanya 6 perempuan saja yang hadir sedangkan 3 laki-laki lainnya terlambat dan tak bisa mengikuti tes. Perjanjian mereka, ketika dinyatakan lulus mereka harus membayar sebesar 150 juta perorang,” katanya, Senin (25/4/2022).

Saat peserta mulai mengerjakan soal, 6 perempuan tersebut hanya duduk di dalam ruangan. Mereka tak perlu mengerjakan soal-soal sebab dikerjakan oleh Faisal dari Sulbar.

“Semua peserta yang 6 orang itu dinyatakan lulus,” bebernya.

Belakangan terungkap, para pelaku terbukti curang dan 6 orang CASN 2021 yang telah dinyatakan lulus itu terancam akan di-blacklist oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan didiskualifikasi dari ASN sebab kecurangan tersebut.

Sementara itu, para tersangka dikenakan Pasal 30, 32, dan 34 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Penulis
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten