Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Detik-Detik BKSDA Selamatkan Babi Rusa yang Terkena Jerat di Konsel

Detik-Detik BKSDA Selamatkan Babi Rusa yang Terkena Jerat di Konsel
Babi rusa (Babyrousa) yang terkena jerat di Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Tanjung Peropa, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Foto: Istimewa. (30/8/2022).

Konawe Selatan – Petugas Balai Konservasi Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menyelamatkan babi rusa (Babyrousa) yang terkena jerat di Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Tanjung Peropa, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Selasa (30/8/2022) sekitar pukul 16.35 WITA.

Pada video yang dilihat Kendariinfo, tampak seekor babi rusa terkena jerat dan terbaring di antara semak belukar. Petugas lalu memotong terlebih dulu ranting-ranting pohon tempat terlilitnya tali nilon yang menjerat babi rusa tersebut untuk memudahkan proses evakuasi. Setelah itu, petugas dengan hati-hati mengiris tali yang mengikat kedua kaki babi rusa.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sultra, La Ode Kaida, mengatakan penyelamatan terhadap babi rusa tersebut saat petugas melakukan patroli rutin sapu jerat. Dari hasil patroli, petugas berhasil memusnahkan 82 unit jerat dan mengevaluasi seekor babi rusa betina.

Petugas BKSDA Sultra mengevakuasi babi rusa yang terkena jerat di Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Tanjung Peropa, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Petugas BKSDA Sultra mengevakuasi babi rusa yang terkena jerat di Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Tanjung Peropa, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Foto: Istimewa. (30/8/2022).

“Saat itu tim memusnahkan jerat sebanyak 82 unit yang dipasang oleh masyarakat dan ditemukan satu ekor babi rusa berjenis kelamin betina yg terkena jerat. Tim patroli melakukan penyelamatan satwa dengan memotong jerat nilon,” kata Kaida.

Dia menjelaskan, jerat-jerat yang diamankan tersebut diduga untuk menjebak babi hutan. Namun jerat itu juga dapat mengenai satwa yang melintas seperti babi rusa, anoa, dan musang. Dia mengaku pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan motif maraknya pemasangan jerat satwa dalam Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Tanjung Peropa.

Baca Juga:  Dilaporkan Warga, Pria di Kendari Terciduk Punya Sabu-Sabu 41 Gram

“Jika dilihat dari spesifikasinya, jerat yg terpasang adalah untuk babi hutan. Tetapi jika ada satwa yg melintas, bisa terjerat seperti babi rusa, anoa, babi hutan, dan musang. Iya (babi rusa dikonsumsi) bagi mereka yang mengonsumsi,” jelasnya.

Kaida mengungkapkan, babi rusa merupakan hewan endemik dan langka serta dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan Satwa. Selain itu, keberlangsungan hidup babi rusa juga dijamin dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/menlhk/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Olehnya itu, pihaknya akan meningkatkan patroli dalam Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Tanjung Peropa untuk memusnahkan jerat-jerat satwa.

“BKSDA Sultra akan meningkatkan patroli dan melakukan penyelidikan terkait maraknya pemasangan jerat satwa di dalam kawasan,” ungkapnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten