Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Diduga Lecehkan Pasien, Dokter Gigi di Butur Dilapor Polisi

Diduga Lecehkan Pasien, Dokter Gigi di Butur Dilapor Polisi
Ilustrasi pencabulan. Foto: Istimewa.

Buton Utara – Pria berinisial S, dokter gigi di Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra) dilaporkan ke polisi atas dugaan pelecehan seksual. S dilaporkan oleh wanita berinisial L (31) ke Polres Butur pada Rabu (7/9/2022) lalu.

Kasat Reskrim Polres Butur, Iptu Laode Sumarno, membenarkan laporan tersebut. Laporan L tertuang dalam Surat Nomor: LP/B/82/IX/2022/Polda Sultra/Polres Butur/Tanggal 7 September 2022. Sumarno mengatakan, pihaknya sedang mendalami dan melakukan klarifikasi kepala pelapor maupun terlapor. Meski begitu, dia belum bisa menyampaikan hasil klarifikasi tersebut.

“Iya benar. Saat ini polisi sedang mengklarifikasi kebenaran laporan tersebut. Nanti kita sampaikan hasil investigasinya,” kata Sumarno, Jumat (9/9/2022).

Sementara suami korban inisial I (35) mengaku pelaporan tersebut karena dia dan istrinya tak terima atas pelecehan yang dilakukan oleh S. Dia menyebut dugaan pelecehan seksual yang dilakukan S kepada istrinya terjadi pada Senin (5/9) dan Selasa (6/9) lalu.

“Laporannya masuk hari Rabu (7/9). Saya melaporkannya ke Polres Butur. Kemarin sudah di-BAP istri saya,” ujar I kepada wartawan, Jumat (9/9).

Dia menjelaskan, istrinya yang sakit gigi awalnya pergi ke klinik tempat S bekerja, Senin (5/9) sekitar pukul 16.30 WITA, istrinya masuk ke dalam ruang praktik untuk diperiksa oleh S. Waktu itu, sempat terjadi pelecehan yang dilakukan namun tidak ditanggapi serius oleh istrinya.

“Jadi kejadiannya itu sebelum diperiksa. Istri saya pikir bercanda, karena mereka saling kenal dan satu tempat kerja,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemprov Lantik DPD Iwapi Sultra Periode 2022 - 2027

Namun setelah pemeriksaan, terduga pelaku kembali melakukan dugaan pelecehan seksual kepada korban. Saat itu, korban langsung bergegas pulang. Namun pelaku meminta kepada korban untuk kembali diperiksa keesokan harinya.

“Hari pertama itu dia belum ceritakan ke saya. Dia minta diantar saja sama temannya,” ungkapnya.

Di hari kedua, korban kembali datang ke tempat praktik pelaku. Korban yang sudah curiga lalu merekam seluruh percakapannya dengan pelaku di ruang praktik tersebut.

“Hari pertama istri saya ragu. Hari kedua ini dia rekam, sangat jelas sekali di rekaman apa yang dia bicarakan istri saya,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten