Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Dispar Catat 9,8 Juta Pergerakan Wisatawan Nusantara ke Sultra, Kendari Jadi Tujuan Teratas

Dispar Catat 9,8 Juta Pergerakan Wisatawan Nusantara ke Sultra, Kendari Jadi Tujuan Teratas
Suasana Pantai Nambo Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (13/4/2024).

Sulawesi Tenggara – Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat arus pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Sultra periode Januari – September 2025 mencapai 9,8 juta perjalanan, dengan Kota Kendari sebagai daerah yang paling banyak dikunjungi.

Kepala Dispar Sultra, Belli, mengatakan angka kunjungan wisnus ke Bumi Anoa tahun ini memang cukup besar, dengan konsentrasi tertinggi berada di ibu kota provinsi. Dari total 17 kabupaten/kota, Kota Kendari menampung 2.817.091 pergerakan atau sekitar 28,49 persen dari keseluruhan perjalanan.

“Pertumbuhan kunjungan ke Kota Kendari selalu berada di level atas. Kota ini dikenal sebagai pusat aktivitas kuliner dan kegiatan urban yang banyak dicari wisatawan,” ujar Belli, Senin (24/11/2025).

Data BPS yang diolah Dispar Sultra turut menempatkan empat wilayah lain sebagai tujuan populer, yakni Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dengan 1,2 juta perjalanan, disusul Kabupaten Konawe sebanyak 1 juta perjalanan, Kabupaten Kolaka 727 ribu perjalanan, serta Kota Baubau yang mencatat sekitar 650 ribu perjalanan.

Meski volume wisnus tahun ini sedikit turun dari periode yang sama pada 2024 yakni sekitar 51 ribu perjalanan dari total 9,9 juta, Belli memprediksi hingga akhir 2025 tidak akan mengalami selisih besar.

Ia menyebut, meskipun data triwulan terakhir memperlihatkan sejumlah tantangan, capaian tahunan berpotensi berada pada kisaran yang mendekati angka kunjungan tahun sebelumnya.

“Proyeksinya masih stabil. Bisa sedikit di bawah atau sedikit di atas capaian tahun lalu,” jelasnya.

Belli menambahkan, efisiensi anggaran pemerintah yang sempat membuat beberapa program pariwisata terpangkas turut memberi dampak tersendiri. Namun, pengalihan anggaran itu dinilai tetap memberi efek jangka panjang karena digunakan untuk pengerjaan infrastruktur.

“Perbaikan infrastruktur justru memperlancar mobilitas masyarakat antarwilayah, yang pada akhirnya menguntungkan sektor pariwisata di Sultra,” tutupnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten