Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Bisnis

Dugaan Pelangsir BBM Marak di Kendari, Ini Tanggapan Pertamina

Dugaan Pelangsir BBM Marak di Kendari, Ini Tanggapan Pertamina
Konsumen antre BBM di SPBU di Kendari. Foto: Facebook Rewan Herwan.

Kendari – Dugaan maraknya pelangsir bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) meresahkan masyarakat.

Salah satu masyarakat yang mengeluhkan hal itu adalah Rewan Herwan. Melalui akun Facebooknya, ia mengungkapkan kekesalannya karena antrean panjang di SPBU Kecamatan Baruga.

Pagi ini Baruga habis, depan Avicena Antrian nya luar biasa. Dan Ada Banyak motor Thander mondar-mandir ngantri BBM isi fuul 50 meter langsung Habis dikuras,” tulis Rewan dalam grup Facebook Sultra Watch, Senin (12/9/2022).

Menanggapi hal itu, PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi melalui Senior Supervisor Communication dan Relation, Taufiq Kurniawan menuturkan, pihaknya hanya dapat memberi sanksi pada level operator terhadap pelangsir BBM.

“Kalau kita menemukan pengendara baik motor maupun mobil yang mengantre berulang-ulang dan rela antre berjam-jam patut kita duga kalau dia pelangsir BBM. Kami PT Pertamina hanya bisa memberi sanksi sampai dengan level operator,” tutur Taufiq kepada awak media, Senin (12/9).

Dia mengungkapkan, PT Pertamina telah memberi sanksi kepada 12 SPBU di Sultra pada periode Maret – Agustus 2022 karena kedapatan melakukan pelanggaran, yakni melayani pengisian jeriken tanpa surat rekomendasi dan melayani pengisian tidak wajar terhadap kendaraan.

Kendati demikian, Taufiq menambahkan, jika merujuk pada regulasi yang digunakan oleh PT Pertamina saat ini, pengisian berkali-kali yang dilakukan oleh konsumen diperbolehkan.

Baca Juga:  RAG Gandeng Komunitas Driver Online Buka Bengkel Angkot Lama

Dengan keadaan tersebut, pihaknya mengharapkan adanya revisi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 lebih menekankan pada pendistribusian BBM tepat sasaran.

“Sehingga oknum-oknum yang memanfaatkan penyalahgunaan distribusi BBM makin ditutup celahnya,” harapnya.

Taufiq menjelaskan, untuk saat ini yang bisa dilakukan oleh PT Pertamina dalam upaya pendistribusi BBM tepat sasaran adalah dengan mengajak masyarakat pemilik kendaraan roda empat melakukan pendaftaran di website subsiditepat.mypertamina.id.

“Kami juga mengharapkan peran aktif dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan. Karena dalam rana pendistribusian kami hanya bertindak sebagai operator dan distributor. Sedangkan regulator dan pengawasan ada pada ranah pemerintah dan kepolisian,” ungkap Taufiq.

10.499 Kendaraan Roda 4 di Sultra Telah Terdaftar dalam MyPertamina

ADVERTISEMENT
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten