Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Eks Pegawainya Gelapkan Dana Nasabah, Bank Sultra: Sudah Lama Kami PHK

Eks Pegawainya Gelapkan Dana Nasabah, Bank Sultra: Sudah Lama Kami PHK
Ahmad Guahir Kamaruddin sudah menggunakan rompi merah saat keluar dari gedung Kejati Sultra. Foto: Kendariinfo. (14/9/2022).

Kendari – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara atau Bank Sultra akhirnya buka suara terkait penggelapan dana nasabah senilai Rp1,9 miliar yang dilakukan oleh mantan karyawannya bernama Ahmad Guahir Kamaruddin, Kamis (15/9/2022).

Direktur Utama (Dirut) Bank Sultra, Abdul Latif melalui Kepala Satuan Kerja Audit Internal, Agus mengatakan, tersangka sudah bukan lagi bagian dari perusahaan. Sejak aksi penggelapan yang dilakukannya ketahuan, pihak Bank Sultra langsung melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Ahmad pada Oktober 2021 lalu.

“Saat ketahuan oleh tim audit, kepada yang bersangkutan beberapa kali kami panggil untuk pemeriksaan, tapi tidak ditanggapi. Jadi, ada indikasi melarikan diri, sehingga kami PHK kemudian melaporkan yang bersangkutan,” tutur Agus kepada awak media, Kamis (15/9/2022).

Kantor Pusat Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara.
Kantor Pusat Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara. Foto: Ferito Julyadi/Kendariinfo. (15/9/2022).

Pihak perusahaan kemudian melaporkan Ahmad ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra pada tanggal 16 November 2021. Dia mengungkapkan, aksi penggelapan dana nasabah itu tercium setelah tim audit melakukan pemeriksaan aliran dana perusahaan, dan menemukan adanya aktivitas transfer yang tidak dikenal.

Dia pun membenarkan, dana sebesar Rp1,9 miliar yang dicuri tersangka kemudian dikirim ke 25 nomor rekening nominatif milik nasabah yang sudah tidak aktif.

“Seperti yang dijelaskan oleh Kejati Sultra, dana yang dicuri oleh tersangka ditransfer ke 25 rekening nasabah yang sudah tidak aktif,” ujar Agus.

Sebelumnya, Kejati Sultra melalui Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sultra, Dody membeberkan alasan tersangka nekat mencuri dana para nasabah karena terlilit utang.

Baca Juga:  Pegiat Anti Korupsi Desak Kejati Segera Tuntaskan Kasus PT Toshida

“Pelaku ini terlilit utang. Dia tergiur investasi Binary Option. Tapi karena sudah tidak bisa membayarnya, pelaku mendebit uang dari 105 nasabah,” beber Dody, Rabu (14/9).

Dody menyebut, aksi pelaku terjadi selama 3 bulan atau tepatnya pada 20 Agustus 2021 hingga 25 Oktober 2021 lalu, saat tersangka masih berstatus sebagai pegawai Bank Sultra. Waktu itu, pelaku berprofesi sebagai Sundries Bank Sultra yang bertugas melakukan pembayaran gaji melalui sebuah Aplikasi Employee Self Service (ESS). Selain membayar gaji, dia juga melakukan pemotongan gaji kepada karyawan Bank Sultra yang memiliki tagihan.

“Tapi, pelaku ini justru mengambil uang yang tidak terkait dengan pembayaran gaji. Dia menyalahgunakan aplikasi tersebut,” pungkas Dody.

Terlilit Utang, Karyawan Bank Sultra yang Gelapkan Rp1,9 Miliar Dana Nasabah Sempat Larikan Diri

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten