Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Imbas Proyek Pedestrian Eks MTQ Kendari: Macet, Banjir, hingga Omzet Pedagang Anjlok

Imbas Proyek Pedestrian Eks MTQ Kendari: Macet, Banjir, hingga Omzet Pedagang Anjlok
Pengerjaan pedestrian di kawasan Eks MTQ Kendari. Foto: Istimewa.

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari sedang menata kawasan Tugu Eks MTQ. Lokasi itu akan dijadikan pedestrian atau kawasan khusus pejalan kaki yang digadang-gadang menyerupai Jalan Malioboro, Yogyakarta.

Namun sejumlah polemik terjadi dan luput dari perhatian pemerintah daerah. Di antaranya adalah kemacetan lalu lintas, banjir karena selokan tak mampu menampung air, hingga omzet pedagang serta UMKM anjlok atau turun drastis.

Warga Kendari, Ahmad, mengatakan proyek itu memperkecil jalur lalu lintas, karena area pedestrian yang dibangun mengambil sebagian bahu jalan raya. Apalagi banyak kendaraan yang melintas, saling berlawanan arah, dan parkir sembarangan tanpa pengawasan ketat petugas berwenang.

“Makanya langsung sempit jalanan. Macet, kendaraan melawan arus, belum lagi parkir sembarang. Seharusnya diperketat supaya dialihkan betul-betul dan fokus satu arah. Ini kadang ada petugas, kadang tidak ada. Makanya kucing-kucingan juga pengendara,” kata Ahmad, Jumat (6/12/2024).

Warga lainnya bernama Arun menilai revitalisasi saluran air terlupakan dalam pembangunan area pedestrian di kawasan Eks MTQ Kendari. Arun menyebut setiap kali turun hujan, kawasan itu selalu menjadi langganan banjir.

“Ini kurang diperhatikan. Makanya air meluap dan kami terdampak. Tadi malam saja, air itu sudah masuk dalam rumah. Ini yang kami sesalkan sebenarnya, seharusnya kami yang terdampak banjir diperhatikan juga,” sesalkan.

Baca Juga:  Ketua HIPMI Kendari: Branding Usaha di Medsos Harus Konsisten

Berbeda dengan Wahyu. Wahyu merupakan pedagang di area Eks MTQ Kendari. Sejak proyek dan trotoar depan rumahnya dibongkar yang hingga kini belum juga tuntas diperbaiki, omzetnya turun drastis alias anjlok.

“Selama ini kami dapat sehari mencapai jutaan. Sekarang hanya Rp300 ribuan saja. Belum lagi bayar pajak, karyawan, dan lain-lain. Pelanggan malas singgah di tempatnya kita. Alasan macet, kotor di depan, karena dibongkar, becek, dan debu. Hampir semua pedagang di sini kurang pemasukan sekarang. Terancam kita semua,” bebernya.

Pj. Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, mengaku kawasan MTQ akan disulap menjadi Malioboro, Yogyakarta. Proyek dengan APBD Kendari sebesar Rp20,3 miliar itu mulai dikerjakan pada 26 Agustus 2024 dan rampung pada 31 Desember 2024.

“Harus selesailah. Kontraknya sampai 31 Desember,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten