Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Investor Pasar Modal di Sultra Tembus 104 Ribu, Didominasi Gen Z dan Milenial

Investor Pasar Modal di Sultra Tembus 104 Ribu, Didominasi Gen Z dan Milenial
Media Gathering Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) di salah satu hotel di Kota Kendari. Foto: Kendariinfo. (18/9/2025).

Kendari – Minat investasi masyarakat di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan tren positif dengan peningkatan jumlah investor yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal di Sultra pada 2025 mencapai 104.976 orang dengan total aset senilai Rp1,93 triliun.

Hal itu diungkapkan Kepala Unit Layanan Pelanggan (KSEI), Abdul Azis Albakkar, dalam acara Media Gathering Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) di Kota Kendari, Kamis (18/9/2025).

“2024 lalu sekitar 80.000, sekarang sudah 100.000. Peningkatan ini rata-rata di atas 10 persen per tahun,” jelas Azis.

Dari sisi gender, investor pasar modal di Sultra masih didominasi laki-laki dengan persentase 62,55 persen, sedangkan perempuan berjumlah 37,44 persen.

Namun yang paling mencolok, mayoritas investor berasal dari generasi muda. Gen Z dan milenial mendominasi hingga 83,8 persen, sementara investor dari kalangan baby boomers hanya 5,71 persen.

Investor di Sultra juga datang dari latar belakang yang beragam. Mayoritas berprofesi sebagai pegawai, baik swasta, negeri maupun guru, dengan persentase 31,36 persen. Menariknya, jumlah investor dari kalangan pelajar juga cukup besar, mencapai 28,02 persen.

“Angka ini menempatkan Sultra berada di peringkat ke-25 dari 38 provinsi di Indonesia dalam hal jumlah investor. Di Sultra, jumlah investor terbanyak masih di Kota Kendari, lalu Kabupaten Kolaka,” bebernya.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Sultra, Bayu Saputra, menilai tren positif ini harus dibarengi dengan edukasi yang lebih luas.

“Kalau dari industri jasa keuangan, Sultra berada di urutan paling bawah untuk pemahaman pasar modal. Bahkan, pinjol lebih dikenal masyarakat dibanding investasi saham atau reksa dana. Ini lucu, tetapi nyata. Kalau edukasi tidak dilakukan, masyarakat kita akan makin tertinggal informasi,” kata Bayu.

Penulis dan Reporter: KYT

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten