Julie Kaimuddin Bawa Tenun Sobi Sultra Tembus Pasar Eropa
Sulawesi Tenggara – Julie Kaimuddin, desainer asal Sulawesi Tenggara (Sultra) membawa karya tenun tradisional sobi menembus pasar internasional lewat ajang Discovering the Magnificence of Indonesia (DMI) Expo 2025 di Jaarbeurs, Utrecht, Belanda.
Melalui brand miliknya, Juka Studio, Julie memamerkan keindahan dan filosofi tenun khas Sultra dalam peragaan busana bertema Lintas Senja. Koleksi itu menggabungkan motif geometris tenun sobi dengan siluet modern dan warna hangat musim gugur, menghasilkan tampilan elegan sekaligus berakar pada budaya lokal.
“Ini bukan sekadar fashion show, tetapi panggung untuk memperkenalkan mahakarya wastra Sulawesi Tenggara kepada dunia,” ujar Julie Kaimuddin melalui keterangan resminya, Senin (10/11/2025).
Partisipasi Juka Studio di DMI Expo 2025 tidak hanya sebatas pameran. Julie juga terlibat dalam program business matching dan forum ekspor, mencakup kerja sama business to business (B2B) dan business to consumer (B2C). Momen itu membuka peluang ekspor baru bagi produk kriya Sultra dan memperkuat posisi Indonesia di pasar kreatif global.
Didirikan pada 2023, Juka Studio fokus pada produksi pakaian berbasis tenun dan mendukung pelaku UMKM di sektor industri kreatif. Julie telah berkecimpung di dunia mode lebih dari 10 tahun dan konsisten mengangkat kekayaan budaya nusantara lewat desain kontemporer yang dapat diterima pasar modern.
“Mahakarya tenun sobi adalah wujud komitmen kami untuk menjaga tradisi sambil berinovasi. Kami ingin dunia tahu bahwa kain Indonesia punya nilai estetika dan filosofi yang dalam,” katanya.
Respons publik di Belanda pun luar biasa. Produk mantel Heritage berbahan tenun sobi terjual dengan cepat dan mendapat pujian atas kualitas serta keunikan desainnya. Para pengunjung memuji perpaduan antara gaya modern dan sentuhan etnik kuat, menjadikan tenun Sultra tampil sejajar dengan brand global lainnya.
Lebih dari sekadar prestasi pribadi, keberhasilan itu berdampak langsung pada para perajin tenun di Sultra. Julie bekerja sama dengan sejumlah UMKM lokal yang kini mulai merasakan peningkatan pesanan dari luar negeri.
“Permintaan global meningkat signifikan. Ini bukan hanya tentang ekspor, tetapi juga tentang kesejahteraan para perajin dan keluarga mereka,” ungkapnya.
Langkah Julie Kaimuddin membuktikan inovasi dan dedikasi dapat membawa warisan budaya lokal bersinar di panggung dunia. Tenun sobi kini bukan lagi sekadar kain tradisional, melainkan simbol kebanggaan Sultra yang berhasil menembus batas benua.
