Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konten Pilihan

Kampung Sulaa, Surga Tenun Khas Buton di Kota Baubau

Kampung Sulaa, Surga Tenun Khas Buton di Kota Baubau
Penenun di Kampung Tenun Sulaa sedang menenun kain. Foto: Reno Setiawan. (27/4/2021).

Baubau – Tenun merupakan salah satu teknik pembuatan kain dengan cara menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Kain tenun biasanya terbuat dari serat kayu, kapas, sutra, dan lainnya.

Kain adat di Indonesia yang memiliki motif dan bentuk khasnya masing-masing, yang tetap mempertahankan teknik tenun manual dalam proses pembuatan kainnya.

Kerajinan tenun khas Buton adalah salah satunya. Kain tenun khas Buton biasanya memiliki warna-warni yang menarik dalam menyusun motifnya yang biasanya menggambarkan objek alam di sekitar mereka dan seiring waktu mengalami pengembangan motif sesuai dengan zaman.

Namun, proses tenun yang memakan waktu lama dan rumit membuat kita sudah sulit melihat langsung proses meramu kain tersebut di beberapa wilayah di Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pemerintah Kota Baubau menetapkan Kampung Tenun Sulaa yang terletak di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari menjadi pusat produksi tenun khas Buton di Kota Baubau.

Dan pada tahun 2018 resmi ditetapkan juga, kampung yang dulunya bernama Kampung Topa tersebut menjadi Kampung Wisata Tenun yang dimiliki Kota Baubau. Selain memperlihatkan produksi tenun yang ditunjukkan warga sekitar, kampung tersebut juga dipercantik dengan warna-warni mural tenun di tembok perumahan warga Kampung Tenun Sulaa.

Di Kampung Tenun Sulaa, pengunjung bisa menyaksikan langsung produksi atau proses menenun benang hingga menjadi kain dan bisa dibeli untuk dibawa pulang menjadi buah tangan.

Baca Juga:  Air Terjun Tetewa di Koltim, Yuk! Berkenalan dengan Puluhan Teladasnya

Atau para pengunjung bisa hanya sekadar foto-foto, karena beberapa sudut kampung ini memiliki lukisan yang ciamik dan instagramable.

Menurut Haji Iynu, salah satu tokoh masyarakat di Kampung Topa tersebut, bahwa tenun sudah menjadi kebiasaan sejak nenek moyang mereka dan terbawa hingga sekarang.

“Jadi memang sejak nenek moyang kami dulu mereka sudah melakukan tenun (kain) sarung di Topa ini atau di Kelurahan Sulaa ini,” ujar Haji Iynu, saat diwawancarai kendariinfo.com, Selasa (27/4/2021).

Haji Iynu, tokoh masyarakat Topa.
Haji Iynu, tokoh masyarakat Topa. Foto: Reno Setiawan. (27/4/2021).

Dia juga menjelaskan, dulunya nenek moyang mereka menenun masih menggunakan benang yang terbuat dari kapas karena belum ada benang yang seperti sekarang.

“Dulu itu benangnya masih terbuat dari kapas dan hasilnya memang tebal, tapi tidak indah seperti sekarang ini,” terangnya.

Selain itu, dia juga menuturkan awal mula produksi tenun di Kampung Tenun Sulaa mulai dikenalkan.

ADVERTISEMENT

“Kemudian setelah istrinya Pak Saidu, Bupati (Baubau) waktu itu, produksi sarung di Topa ini mulai diperkenalkan baik di kancah nasional maupun internasional,” jelasnya.

“Dalam hal ini, turis-turis yang berkunjung di Buton ini, istrinya Pak Saidu itu selalu dia perkenalkan bahwa di sana (Topa) ada pusat tenun. Sehingga pada saat itu, asalkan ada turis yang datang, selalu dia berkunjung ke Sulaa ini, dia melihat hasil tenun itu,” sambungnya.

Dia juga menambahkan, Istri Bupati berikutnya yaitu Amirul juga berperan untuk makin memperkenalkan Sulaa atau Kampung Topa tersebut menjadi Kampung Tenun.

Baca Juga:  Benci Jadi Cinta, Cerita Pengabdian ASN di Pesisir Muna

“Digelar menjadi Kampung Tenun setelah mulai diperkenalkan oleh Ibu Saidu dan Ibu Amirul pada waktu itu,” tambahnya.

Lalu, pada tahun 2018 menjadi Kampung Warna-Warni setelah seluruh kampung dicat dan dilukis warna-warni mural.

“Beberapa tahun yang lalu pula, di Kelurahan Sulaa ini, tiba-tiba ada lagi Kampung Warna-Warni, disponsori oleh perusahaan cat bersama Pemerintah Kota Baubau dan warga sekitar, disulap kampung ini menjadi nampak warna-warni,” pungkasnya.

Yuk, ke Kampung Tenun Sulaa untuk menyaksikan proses produksi tenun khas Buton di Kota Baubau.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu balasan terkait “Kampung Sulaa, Surga Tenun Khas Buton di Kota Baubau”

Bagikan Konten