Ketua PCNU Konsel Buka Suara soal Penceramah asal Lampung Berdakwah dari Dalam Kubur

Konawe Selatan – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), buka suara terkait viralnya aksi seorang penceramah asal Lampung, Gus Faruq, yang menyampaikan dakwah dari dalam liang lahat.
Ketua PCNU Konsel, Mohamad Anwar, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan metode ceramah, bukan menyembah kubur.
“Beliau ceramah tentang kematian dari dalam liang lahat sebagai media untuk mengingatkan jemaah agar mengingat kematian dan segera bertaubat,” jelas Anwar melalui keterangan resminya, Rabu (4/11/2026).

Ia menyebut metode tersebut memiliki tujuan tadzkiratul maut atau mengingatkan tentang kematian.
Menurutnya, metode ceramah tersebut dapat dilakukan sebagai bentuk kreativitas dalam berdakwah. Namun, pelaksanaannya perlu memperhatikan faktor keselamatan dan adab.
“Metode seperti itu boleh sebagai bentuk kreativitas dalam berdakwah, tetapi jangan ditiru sembarangan karena ada faktor keselamatan dan adab,” tuturnya.
Anwar juga menyampaikan bahwa dakwah NU tetap mengutamakan hikmah dan tidak membuat umat takut secara berlebihan.
Diberitakan sebelumnya, Gus Faruq, penceramah asal Lampung, menyampaikan dakwahnya dari dalam kubur selama sekitar 1,5 jam dalam kegiatan Pengajian Rutin Ahad Pahing PCNU Konawe Selatan di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Konsel, Minggu (1/11).
Dalam metode dakwah tersebut, Gus Faruq masuk ke dalam liang kubur sebelum ditimbun tanah dalam keadaan hidup. Tidak terdapat lubang khusus untuk sirkulasi oksigen selama ia menyampaikan ceramah. Setelah sekitar 1,5 jam, pendakwah tersebut berhasil keluar dari kubur dalam keadaan selamat.
Penceramah asal Lampung Berdakwah Selama 1,5 Jam di Konsel dari Dalam Kubur





