Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Komplotan Curanmor dan Penadah di Kendari Beraksi, 4 Motor Trail Disita

Komplotan Curanmor dan Penadah di Kendari Beraksi, 4 Motor Trail Disita
Para pelaku curanmor dan barang bukti empat motor trail diamankan Satreskrim Polresta Kendari. Foto: Ferito Julyadi/Kendariinfo. (23/6/2022).

Kendari – Komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) dan penadah spesialis motor trail atau CRF di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) diringkus polisi.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muhammad Eka Fathurrahman menuturkan, para pelaku berjumlah enam orang yakni MY (29) dan RB (21) bertindak sebagai eksekutor yang mengambil motor para korban. Kemudian empat orang lainnya yaitu MA (36), MI (46), LS (22), dan LT (32) berperan sebagai penadah.

“Mereka ini adalah spesialis pencuri kendaraan bermotor jenis trail, dan motor yang berhasil kami amankan dari para pelaku sebanyak empat unit. Modus para pelaku yakni dengan merusak setang motor menggunakan kunci T,” ujar Eka dalam konferensi pers pengungkapan para pelaku curanmor, Kamis (23/6/2022).

Motor-motor yang berhasil dicuri oleh dua pelaku kemudian dijual ke para penadah dengan harga bervariasi yang rata-rata di atas Rp10.000.000.

“Harga yang mereka jual ke penadah bervariasi, tergantung jenis dan merek motornya. Rata-rata di atas Rp10 juta. Motor yang mereka ciri ini dijual bukan di Kendari, tetapi di Wakatobi dan Baubau,” terangnya.

Mantan Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sultra itu mengungkapkan, para pelaku melakukan pencurian motor khususnya jenis CRF karena banyak permintaan dari konsumen.

“Motor trail menjadi sasaran para pelaku karena banyak pesanan dari konsumen. Karena motor trail ini lagi tren di anak-anak muda,” ungkapnya.

Baca Juga:  Polresta Kendari Siagakan 854 Personel Pengamanan Unjuk Rasa di DPRD Sultra

Polresta Kendari masih terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap barang bukti dan para pelaku lainnya.

Eka mengimbau, agar masyarakat tidak membeli kendaraan hasil kejahatan, seperti pencurian, penipuan atau penggelapan. Ia juga menyampaikan bagi yang merasa menjadi korban, silakan mendatangi Polresta Kendari untuk melapor dengan membawa surat-surat kendaraannya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat jangan membeli kendaraan hasil pencurian, penipuan atau penggelapan, sebab itu juga merupakan tindak kejahatan. Kepada masyarakat yang merasa kehilangan motor trail silakan melapor ke Polresta Kendari dengan menunjukkan bukti surat-surat kendaraannya. Kemudian mengikuti proses di pengadilan untuk menunggu putusan dari hakim apakah akan dikembalikan, dan itu tidak dipungut biaya sama sekali,” pungkasnya.

Atas perbuatan pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (2) KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan maksimal hukuman 9 tahun penjara.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten