Mak-Mak di Muna Keluhkan 10 Tahun Tanpa Bantuan Pemerintah, Harap Jembatan Diperbaiki

Muna – Warga Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), bernama Juli mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi mereka.
Keluhan tersebut disampaikan seorang mak-mak bernama Juli melalui media sosial. Dalam video itu, warga tersebut menyoroti pendataan bantuan yang dinilai tidak membuahkan hasil hingga janji pembangunan dari para calon legislatif saat masa kampanye.
“Sudah kurang lebih 10 tahun kami tinggal di sini, belum ada yang namanya bantuan. KTP kami sudah menumpuk di lurah dan di camat, tapi tidak ada hasil,” kata Juli dalam video yang diunggah melalui akun Facebook-nya, Jumat (11/9/2026).
Ia juga mempertanyakan penyaluran bantuan sosial perumahan yang dinilai belum tepat sasaran. Menurutnya, terdapat warga yang dinilai lebih membutuhkan, tetapi justru tidak mendapatkan bantuan.
“Kami tidak selalu menuntut bantuan perumahan, tetapi kemarin ada bantuan perumahan yang justru didapat oleh nelayan yang tinggal di kebun sana, sementara nelayan yang tinggal di sini tidak dapat,” ujarnya.
Juli mengatakan kebutuhan utama saat ini bukan bantuan untuk kepentingan pribadi, melainkan perbaikan jembatan yang menjadi akses penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Kami tidak permasalahkan bantuan WC, tapi jembatan ini saya ingin dibantu, karena kami sudah capek,” lanjutnya.
Ia mengaku warga selama ini terpaksa memperbaiki jembatan secara swadaya dengan mengandalkan gotong royong. Selain persoalan infrastruktur dan bantuan, warga tersebut turut menyinggung janji politik yang disampaikan sejumlah calon legislatif saat momentum pemilihan.
“Dulu waktu pemilihan, banyak caleg janji sana-sini, tapi setelah selesai mereka hilang,” ketusnya.
Karena kecewa dengan proses birokrasi di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten, ia berharap penyaluran bantuan pemerintah ke depan dapat dilakukan secara langsung kepada masyarakat.
“Kalau ada pemerintah yang mau membantu, cukup salurkan langsung ke rekening saja. Tidak usah lewat kelurahan, kecamatan, atau kabupaten, karena bantuan itu sering kali tidak sampai ke kami,” pintanya.
Di akhir pernyataannya, ia kembali meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi jembatan. Menurutnya, perbaikan akses tersebut penting untuk keselamatan anak-anak yang setiap hari melintasinya saat pergi ke sekolah, sekaligus menunjang aktivitas ekonomi warga.
“Bantuan kalian ini sangat berarti untuk perbaikan jembatan kami, agar anak-anak kami tidak kenapa-kenapa saat pergi sekolah dan ekonomi kami juga bisa hidup,” pungkasnya.





