Mentan Minta Status Tanggap Darurat Banjir Kendari Diperpanjang Jika Banjir Belum Surut, Bantuan Disiapkan

Kendari – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memperpanjang status tanggap darurat bencana apabila banjir di sejumlah wilayah belum surut.
Permintaan itu disampaikan Amran saat meninjau kawasan bantaran Kali Wanggu di Jalan H. Lamuse, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (12/5/2026).
Menurut Amran, perpanjangan status tanggap darurat berkaitan dengan proses penyaluran bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), terutama beras dan minyak goreng untuk warga terdampak banjir.
“Terkait dengan tanggap darurat bencana, nanti kalau misalnya ini airnya masih tinggi, kami minta ke Ibu Wali Kota Kendari itu diperpanjang darurat bencananya karena hubungannya dengan kami yang mengeluarkan keputusan sebagai Kepala Bapanas bantuan minyak goreng dan beras, jadi kita kirimkan,” kata Amran.
Ia menyebut bantuan pangan untuk korban banjir telah mulai dikirim, sementara surat keputusan resminya masih dalam proses penandatanganan.
“Tadi saya sudah kirim bantuannya, SK-nya menyusul kami tanda tangan. Itu adalah perintah langsung dari presiden yang ingin mendahulukan bantuan pangan, karena makan tidak bisa ditunda,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemkot Kendari resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari, mulai 11 hingga 17 Mei 2026, setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah di kota tersebut.
Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran di ruang rapat Wali Kota Kendari, Senin (11/5).
Penetapan status tanggap darurat dilakukan setelah hujan berintensitas tinggi beberapa hari terakhir memicu banjir di sedikitnya 7 kecamatan. Bencana tersebut merendam ratusan rumah warga, mengganggu aktivitas masyarakat, merusak lahan pertanian, dan menyebabkan sejumlah warga mengungsi.
Pemkot Kendari Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Setelah Banjir Rendam 7 Kecamatan





