Nasib Warga di Kepulauan Muna Barat: Terisolir, Sulit Listrik dan Air Bersih

Muna Barat – Nasib 11 desa di wilayah kepulauan Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), memprihatinkan. 11 desa tersebut sangat terisolir, belum menikmati listrik, dan kesulitan air bersih.
11 desa tersebut berada di sebuah pulau kecil yang masih wilayah administrasi Kabupaten Muna Barat. Di antaranya, Desa Gala, Desa Santigi, Desa Tiga, Desa Katela, Desa Bero, Desa Santiri, Desa Pasipadanga, Desa Kangkunawe, Desa Maginti, Desa Mandike, dan Desa Tasipi.
Warga Muna Barat, La Ode Muh. Didin Alkindi, mengatakan kampung halamannya sangat memprihatinkan. Hingga tahun 2025, sumber listrik belum bisa dijangkau secara merata masyarakat. Air bersih pun sulit didapatkan.
“Kami adalah warga Muna Barat, tetapi kami terisolir. Tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Ada listrik di beberapa titik, tetapi menyala beberapa jam saja. Ada air, tetapi harus dibeli dengan harga yang besar. Bisa mencapai Rp500 ribu bahkan jutaan,” katanya, Minggu (19/1/2025).
Dengan kondisi yang ada, Didin menyebut Pemerintah Daerah (Pemda) Mubar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, dan pemerintah pusat, seakan-akan menganaktirikan mereka. Hak-hak dasar untuk masyarakat terabaikan.
Didin menegaskan pemerintah harus segera mencarikan solusi, mengadakan air bersih, dan akses listrik bagi masyarakat 11 desa tersebut. Sudah bertahun-tahun masyarakat kepulauan hidup dalam kondisi keterbatasan dan ketidakadilan.
Kesulitan listrik dan air bersih sangat menghambat aktivitas ekonomi. Olehnya itu, Didin berharap agar Pemda Mubar dan Pemprov Sultra segera mengambil tindakan kongkret.
“Sudah terlalu lama hak-hak konstitusi kami di 11 desa ini diabaikan. Ini ada apa? Kami ini warga Mubar juga,” tambahnya.
Saat ini, Didin dan rekan-rekan hanya bisa menyuarakan aspirasi mereka di parlemen. Dia berharap dukungan dari masyarakat dan berbagai instansi lainnya terus mengalir, sehingga perjuangan mereka untuk kepulauan Mubar segera terealisasi.





