Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Bombana

Nelayan 62 Tahun Hilang di Perairan Bombana, Longboat Ditemukan Tanpa Awak

0
0
Tim SAR Pos SAR Baubau melakukan pencarian terhadap nelayan yang dilaporkan hilang di perairan antara Kecamatan Telaga Raya dan Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Foto: Istimewa. (22/8/2026).

Bombana – Seorang nelayan bernama La Parinta (62) dilaporkan hilang setelah longboat miliknya ditemukan tanpa awak di perairan antara Kecamatan Telaga Raya dan Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Iwan Gunawan, mengatakan informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh Gustiar, warga Kelurahan Lambale, Kecamatan Kabaena, ke Comm Centre KPP Kendari pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 17.35 Wita.

“Pada pukul 17.35 Wita Comm Centre KPP Kendari menerima informasi dari Bapak Gustiar, warga Kelurahan Lambale, Kecamatan Kabaena, yang melaporkan telah terjadi kecelakaan kapal terhadap satu orang yang diduga terjatuh dari longboat saat melaut di sekitar perairan Kabaena,” kata Iwan dalam keterangannya.

La Parinta merupakan warga Desa Lambale, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana.

Berdasarkan informasi yang diterima, longboat milik korban pertama kali ditemukan warga pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 09.20 Wita di perairan antara Kecamatan Telaga Raya dan Kecamatan Kabaena Timur.

Setelah diidentifikasi, longboat tersebut diketahui merupakan milik La Parinta yang sebelumnya pergi melaut pada Jumat (21/8) sekitar pukul 03.00 Wita.

“Korban diketahui keluar melaut pada tanggal 21 Agustus 2026 pukul 03.00 Wita, di mana kebiasaan korban kembali dari melaut pada pukul 20.00 Wita di hari itu juga,” ujar Iwan.

Menindaklanjuti temuan longboat tersebut, masyarakat bersama pihak keluarga korban melakukan pencarian di sekitar lokasi penemuan. Namun, hingga informasi tersebut diterima KPP Kendari, korban belum ditemukan.

Tim Rescue Pos SAR Baubau kemudian diberangkatkan menuju LKP pada pukul 17.50 Wita untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban.

Jarak antara LKP dengan Pos SAR Baubau sekitar 31 nautical mile (NM) atau sekitar 57,4 kilometer.

Dalam operasi pencarian tersebut, unsur yang terlibat di antaranya SMC dan staf SMC KPP Kendari, Pos SAR Baubau, Pos TNI AL Baubau, Babinsa, aparat desa setempat, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.

Adapun peralatan yang digunakan yakni rescue car, rigid inflatable boat (RIB), longboat, peralatan medis dan evakuasi SAR, peralatan komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.

Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap La Parinta.

Penulis
Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: