Pelatihan BLK Konsel Dorong Peningkatan Kompetensi dan Peluang Kerja
Konawe Selatan – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Konawe Selatan (Konsel) akan menggelar Pelatihan Berbasis Kopetensi (PBK) Reguler Tahap III Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2026, pada Sabtu, 10 Oktober 2026 mendatang.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan keterampilan masyarakat agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha.
Kepala UPTD BLK Konsel Muh. Ihsan Tondu mengatakan pelatihan berbasis kompetensi merupakan sarana untuk mempersiapkan masyarakat agar memiliki keterampilan yang dapat menunjang mereka memasuki dunia kerja.
“Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan kepada masyarakat sehingga mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Ihsan, Kamis (1/10/2026).
Pada PBK Reguler Tahap II ABT Tahun 2026, UPTD BLK Konsel membuka sejumlah kejuruan. Di antaranya Pengelola Administrasi Perkantoran, Computer Operator Assistant, Pembuatan Roti dan Kue, Asisten Pembuat Pakaian, Merias Wajah, Service Sepeda Motor Sistem Injeksi, serta Perakitan Komponen Fabrikasi (Las Listrik).
Selain kejuruan tersebut, UPTD BLK Konsel juga membuka pelatihan Barista Cafe. Pelatihan ini didukung praktisi hospitality dan perhotelan Eris Arios yang memiliki pengalaman sekitar 18 tahun di bidang tersebut.
Kejuruan Barista Cafe dikembangkan untuk menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya pada sektor kuliner, kafe, restoran, dan perhotelan. Dalam pelaksanaannya, UPTD BLK Konsel berkolaborasi dengan Sivalaya Coffee.
Pelaksanaan pelatihan tersebut juga disebut selaras dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konsel, yakni Konsel SETARA yang merupakan akronim dari Sehat, Cerdas, dan Sejahtera.
Melalui peningkatan kompetensi, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Dengan demikian, keberadaan BLK tidak hanya menjadi tempat pelatihan keterampilan, tetapi juga menjadi salah satu wadah pemberdayaan masyarakat dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan memiliki daya saing.
Sinergi antara pemerintah daerah, UPTD BLK, instruktur, praktisi industri, dan masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta pelatihan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Konsel.
