Pemprov Sultra Akan Gelar Tapak Tilas Pahlawan Nasional asal Buton “Oputa Yi Koo”
Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggelar kegiatan tapak tilas pahlawan nasional asal Buton “Oputa Yi Koo” di Alun-Alun Kotamara, Baubau dan Buton pada 22 – 28 Mei 2022 mendatang. Kegiatan tersebut akan mengundang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno.
Tapak tilas “Oputa Yi Koo” dilakukan untuk mengenang kembali sejarah dan perjuangan Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yi Koo) saat mengatur strategi melawan pendudukan pemerintah Belanda pada waktu silam.
“Tapak tilas nanti itu event sejarah untuk mengenang kembali pahlawan nasional yang satu-satunya berasal dari Buton. Jadi rencananya, kita mau menyusuri jalannya ketika dulu dia berperang sampai di makamnya beliau di Gunung Siotapina,” kata Kadis Parisawata, Belli Tombili kepada Kendariinfo, Senin (18/4/2022).
Perjalanan tapak tilas tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, dengan jarak tempuh sepanjang 28 kilometer, dan akan dihadiri oleh 200 tim yang berasal dari beberapa provinsi.
“Nah itu kurang lebih jaraknya 28 kilometer, jadi perjalanannya selama dua hari. Nanti konsepnya jalan per tim dan semuanya itu menginap di tenda, kemarin yang kita dapat informasi yang mau ikut berpartisipasi 200 tim, ada yang dari Jawa, Makassar, ada dari Kalimantan,” jelasnya.
Belli mengungkapkan, kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, namun dirinya ikut berpartisipasi untuk mengembangkan pariwisata yang ada di Sultra.
“Kita berpartisipasi untuk ikut mengembangkan pariwisata kita di Sultra, persiapannya sudah 60 – 70 persen, dan sebenarnya ada empat menteri yang diundang, tapi belum dapat konfirmasi. Yang jelas pak Sandiaga Uno akan hadir di Baubau nanti kalau waktunya pas,” ungkapnya.
Selanjutnya, dia berharap agar kegiatan tersebut menjadi event pemantik pariwisata di Sultra usai transisi masa pandemi ke masa endemi, pasalnya kegiatan itu akan mengundang banyak orang.
“Kita harapkan event ini menjadi pembuka peralihan kita dari masa pandemi ke masa endemi, dan kita harapkan melalui event ini bisa memajukan pariwisata kita di Sultra, karena ini mengundang banyak orang,” pungkasnya.
Berikut fakta-fakta soal “Oputa Yi Koo”:
- Sultan Buton
Himayatuddin Muhammad Saidi merupakan Sultan Buton, Sulawesi Tenggara ke-20 pada 1752-1755 dan jabatan keduanya sebagai Sultan Buton ke-23, pada 1760-1763.
- Perjuangan Himayatuddin Muhammad Saidi
Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi menjadi pejuang selama menjadi Sultan Buton. Dia keluar masuk kawasan hutan, mengatur strategi melawan pendudukan pemerintah Belanda.
- Oputa Yi Koo
Himayatun Muhammad Saidi dinobatkan sebagai Oputa Yi Koo oleh pihak Kesultanan Buton, karena berhasil mengusir kaum penjajah di Buton. Gelar ini bemakna raja atau penguasa yang bergerilya melawan penjajah di dalam hutan.
- Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Gelar pahlawan nasional diberikan kepada Oputa Yi Koo sesuai dengan Keputusan Presiden Jokowi Nomor 120/TK Tahun 2019 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Gelar itu diterima oleh para ahli waris.
